Penembakan di Islamic Center San Diego, Tiga Orang Meninggal

  • 19 Mei 2026 11:48 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Dua remaja melakukan penembakan di Islamic Center of San Diego yang menewaskan tiga orang sebelum menghilangkan nyawa sendiri di dalam kendaraan mereka.
  • Polisi menduga serangan tersebut bermotif kebencian setelah ditemukan catatan berisi ujaran kebencian dari salah satu tersangka.
  • Salah satu korban merupakan petugas keamanan masjid yang disebut bertindak heroik, sementara anak-anak di kompleks sekolah Islamic Center dievakuasi saat insiden berlangsung.

RRI.CO.ID, San Diego — Dua remaja melakukan penembakan mematikan di Islamic Center of San Diego, California, Senin, 18 Mei 2026 pagi. Serangan tersebut menyebabkan tiga orang meninggal dunia, dilansir dari BBC News.

Kedua pelaku akhirnya melakukan penghilangan nyawa terhadap diri sendiri di dalam kendaraan mereka beberapa blok dari lokasi kejadian. Polisi sebelumnya tengah menyelidiki laporan mengenai seorang remaja yang diduga ingin bunuh diri.

Ibu remaja tersebut melaporkan bahwa putranya membawa beberapa senjata dan mobil miliknya. Kedua remaja tersebut juga diketahui mengenakan pakaian kamuflase.

Polisi menerima laporan penembakan di masjid sekitar pukul 11.43 waktu setempat dan menemukan tiga korban dengan luka tembak di depan gedung. Tidak ada petugas polisi yang melepaskan tembakan dalam insiden tersebut.

Tak lama kemudian, polisi menerima laporan penembakan lain di dekat lokasi ketika para pelaku melepaskan tembakan. Tembakan tersebut dilepaskan dari mobil ke arah seorang pekerja lanskap.

Korban dilaporkan selamat, dan polisi menduga peluru sempat memantul dari helm keras yang dikenakannya. Saat polisi tiba di lokasi kedua, kedua tersangka ditemukan meninggal akibat luka tembak yang mereka lakukan sendiri.

Penyelidik menduga serangan tersebut bermotif kebencian karena menyasar masjid terbesar di wilayah San Diego. Polisi juga menemukan catatan berisi ujaran kebencian yang diduga ditulis oleh salah satu tersangka.

Salah satu korban yang meninggal merupakan petugas keamanan masjid yang disebut polisi bertindak heroik dalam mencegah jatuhnya lebih banyak korban. Insiden terjadi ketika anak-anak sedang berada di kelas di kompleks Islamic Center.

Komoleks tersebut juga menaungi Al Rashid School, sekolah agama dan bahasa. Rekaman udara memperlihatkan anak-anak dievakuasi sambil bergandengan tangan, sementara sejumlah sekolah di sekitar lokasi sempat diberlakukan lockdown.

Imam Taha Hassane mengecam keras serangan tersebut dan menegaskan bahwa rumah ibadah bukanlah medan perang. FBI kini meminta bantuan masyarakat untuk memberikan informasi yang dapat membantu penyelidikan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....