Fakta Lengkap Insiden Penembakan di Gedung Putih
- 27 Apr 2026 10:26 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Insiden penembakan terjadi dalam acara White House Correspondents’ Dinner di Washington D.C yang dihadiri Presiden Donald Trump.
- Trump bersama sejumlah pejabat berhasil dievakuasi dalam kondisi aman, sementara pelaku langsung ditangkap aparat keamanan.
- Penyelidikan terus dilakukan untuk mengungkap motif pelaku yang diduga bertindak sendiri dalam insiden tersebut.
RRI.CO.ID, Washington D.C. - Insiden penembakan mengguncang acara makan malam White House Correspondents’ Dinner di Washington D.C, Sabtu, 25 April 2026. Peristiwa ini terjadi saat ratusan tamu menghadiri agenda tahunan yang dihadiri Presiden Amerika Serikat.
Presiden Donald Trump bersama pejabat tinggi langsung dievakuasi dari lokasi kejadian oleh aparat keamanan. Situasi sempat memicu kepanikan sebelum akhirnya berhasil dikendalikan oleh petugas.
Berikut fakta-fakta lengkap insiden penembakan tersebut:
Trump dan Sejumlah Pejabat Dipastikan Aman
Trump dipastikan dalam kondisi aman setelah dievakuasi dari lokasi acara yang berlangsung di hotel. Sejumlah pejabat termasuk JD Vance juga dilaporkan selamat tanpa mengalami cedera.
Agen United States Secret Service langsung mengamankan situasi setelah terdengar teriakan adanya penembakan. Informasi penangkapan pelaku juga segera disampaikan melalui komunikasi radio internal petugas.
Pelaku Berhasil Ditangkap
Trump memastikan pelaku telah diamankan oleh aparat keamanan sesaat setelah insiden terjadi. Informasi tersebut juga disampaikan melalui akun media sosial pribadinya.
“Saya telah merekomendasikan agar kita 'BIARKAN ACARA BERLANJUT' tetapi, akan sepenuhnya mengikuti arahan Penegak Hukum,” ujar Trump dalam keterangan persnya, Sabtu, 25 April 2026. Pihak keamanan menyebut satu orang telah ditahan dan situasi terus dievaluasi.
Aparat keamanan Amerika Serikat juga memastikan pelaku penembakan dalam acara makan malam Gedung Putih telah diamankan. L "Satuan Tanggap Ibu Kota Nasional dari Kantor FBI Wilayah Washington telah menangani insiden penembakan di Washington Hilton, Washington, D.C dan pelaku telah diamankan," sebut keterangan FBI, Sabtu, 25 April 2026.
Menurut kepolisian setempat, tersangka diketahui merupakan tamu yang menginap di hotel lokasi kejadian. Aparat juga langsung melakukan penyelidikan lanjutan terhadap kamar yang digunakan oleh pelaku.
Agen Secret Service Sempat Tertembak
Seorang agen Secret Service dilaporkan terkena tembakan saat mencoba menghentikan pelaku. Namun, peluru berhasil ditahan oleh perlengkapan pelindung yang dikenakan petugas.
Petugas tersebut langsung dilarikan ke rumah sakit dan diperkirakan selamat dari insiden tersebut. Kejadian ini menegaskan pentingnya standar perlindungan dalam pengamanan kepala negara.
Trump menyampaikan kondisi korban dalam konferensi pers usai kejadian. "Seorang petugas tertembak, tetapi selamat karena ia mengenakan rompi antipeluru yang sangat baik," kata Trump dalam keterangannya.
Menurut Trump, peluru dilepaskan dari jarak sangat dekat menggunakan senjata berkekuatan tinggi. Meski demikian, rompi antipeluru yang digunakan mampu menahan dampak tembakan tersebut.
"Ia ditembak dari jarak sangat dekat dengan senjata yang sangat kuat, dan rompi itu berfungsi. Saya baru saja berbicara dengannya, dan kondisinya sangat baik," ujar Trump.
Identitas Pelaku Terungkap
Pelaku diidentifikasi sebagai Cole Tomas Allen, pria berusia 31 tahun asal California. Ia ditangkap di lokasi setelah berhasil dilumpuhkan oleh petugas keamanan.
Trump bahkan mengunggah foto penangkapan pelaku yang terlihat tergeletak di lantai dan diamankan aparat. Pelaku disebut membawa sejumlah senjata saat melakukan aksinya.
Pelaku diketahui bekerja sebagai guru paruh waktu sekaligus pengembang gim video. Ia juga memiliki latar belakang pendidikan teknik dan ilmu komputer dari sejumlah institusi ternama.
Informasi tersebut menambah kompleksitas kasus karena pelaku memiliki profil pendidikan yang cukup tinggi. Aparat kini menelusuri riwayat aktivitas serta kondisi psikologis pelaku.
Trump Sebut Jabatan Presiden Berisiko Tinggi
Usai insiden, Trump menyebut posisi presiden merupakan pekerjaan yang penuh risiko tinggi. Ia menegaskan tetap siap menjalankan tugas meski menghadapi ancaman keamanan.
“Ini berbahaya, saya tidak bisa membayangkan ada profesi yang lebih berbahaya. Tapi saya mencintai negara ini,” ujar Trump.
Pelaku Diduga Tamu Hotel
Kepolisian menyebut pelaku merupakan tamu yang menginap di hotel lokasi acara berlangsung. Aparat juga telah mengamankan kamar yang digunakan untuk penyelidikan lebih lanjut.
Langkah ini dilakukan untuk mengungkap kemungkinan keterkaitan barang bukti dengan aksi penembakan tersebut. Motif pelaku hingga kini masih didalami oleh aparat penegak hukum.
Pelaku Diduga Bertindak Seorang Diri
Trump menyebut pelaku kemungkinan besar bertindak sendiri atau “lone wolf”. Dugaan ini diperkuat oleh hasil awal penyelidikan aparat keamanan.
“Mereka tampaknya berpikir dia adalah serigala tunggal, dan saya juga merasakan hal itu,” ucap Trump. Meski demikian, penyelidikan masih terus dilakukan untuk memastikan hal tersebut.
Dugaan Target dan Manifesto Pelaku
Otoritas menyebut pelaku diduga menargetkan anggota administrasi pemerintahan Trump. Namun, belum ada rincian pasti mengenai siapa target utama dalam aksi tersebut.
Trump juga mengungkap pelaku diduga menulis manifesto yang berisi kebencian terhadap kelompok tertentu. “Orang itu orang sakit, ketika Anda membaca manifestonya, dia membenci orang Kristen,” kata Trump.
Insiden ini menjadi perhatian serius karena terjadi di acara resmi dengan pengamanan ketat. Aparat kini terus mendalami motif serta potensi ancaman lanjutan demi menjaga keamanan nasional.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....