BRICS Desak Gencatan Senjata Permanen dan Akses Kemanusiaan ke Gaza

  • 16 Mei 2026 15:41 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Para diplomat BRICS mendesak kepatuhan terhadap gencatan senjata di Gaza serta meminta akses kemanusiaan penuh tanpa hambatan bagi warga sipil di wilayah tersebut.
  • Pertemuan menteri luar negeri BRICS di India tidak menghasilkan pernyataan bersama resmi karena perbedaan pandangan terkait konflik Timur Tengah.
  • BRICS mengecam pelanggaran hukum humaniter internasional, mendesak penarikan pasukan Israel dari wilayah pendudukan, serta menyoroti krisis di Lebanon dan Yaman.

RRI.CO.ID, New Delhi — Para diplomat senior BRICS mendesak kepatuhan terhadap gencatan senjata di Gaza. Mereka juga meminta akses kemanusiaan penuh tanpa hambatan ke wilayah tersebut, dilansir dari Anadolu, Sabtu, 16 Mei 2026.

Seruan itu disampaikan setelah pertemuan dua hari para menteri luar negeri BRICS yang berlangsung di New Delhi, India. India selaku ketua BRICS tahun ini merilis dokumen hasil pertemuan bertajuk “chair’s statement and outcome document”.

Pertemuan tersebut tidak menghasilkan pernyataan bersama resmi karena adanya perbedaan pandangan di antara anggota terkait konflik di Timur Tengah. Meski demikian, para menteri kembali menegaskan dukungan terhadap kerja sama BRICS di bidang politik dan keamanan.

Mereka juga memperkuat kerja sama di bidang ekonomi, keuangan, budaya, dan hubungan antarmasyarakat. Mereka juga mengecam berbagai pelanggaran hukum humaniter internasional.

Dalam dokumen tersebut, BRICS mengkritik serangan terhadap warga sipil, penghalangan bantuan kemanusiaan, dan penargetan pekerja bantuan. Para diplomat juga menyampaikan keprihatinan mendalam terhadap situasi di wilayah Palestina yang diduduki.

BRICS meminta seluruh pihak menghormati hukum internasional dan menolak penggunaan kelaparan sebagai metode perang. Organisasi tersebut juga mendesak gencatan senjata permanen di Gaza serta penarikan penuh pasukan Israel dari wilayah pendudukan.

Selain itu, para menteri menyerukan pembebasan sandera dan tahanan serta akses kemanusiaan tanpa hambatan bagi warga Gaza. Mereka juga menyoroti situasi di Lebanon dan mengecam serangan terhadap Pasukan Sementara PBB di Lebanon atau UNIFIL.

Dalam pembahasan lainnya, BRICS menekankan pentingnya kebebasan navigasi di Laut Merah dan Selat Bab al-Mandab. Para diplomat turut menyoroti krisis kemanusiaan yang semakin memburuk di Yaman dan menyerukan peningkatan upaya diplomasi.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....