PBB Desak Israel Izinkan Pembuangan Sampah Berbahaya di Gaza
- 09 Mei 2026 13:35 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- OCHA mendesak Israel mengizinkan pekerja sanitasi memindahkan sampah berbahaya di Gaza untuk mencegah risiko kebakaran dan krisis kesehatan.
- Tumpukan sampah di Pasar Firas, Kota Gaza, disebut telah menutupi satu blok kota dengan ketinggian melebihi empat lantai akibat sulitnya akses ke tempat pembuangan resmi selama konflik.
- PBB juga memperingatkan krisis air bersih di Gaza karena infrastruktur rusak, sementara distribusi air untuk warga masih bergantung pada truk tangki, bahan bakar, dan pendanaan kemanusiaan.
RRI.CO.ID, Gaza — Badan kemanusiaan Perserikatan Bangsa-Bangsa mendesak Israel mengizinkan pembuangan sampah berbahaya di Gaza. Permintaan itu disampaikan agar pekerja sanitasi dapat memindahkan sampah dari lokasi pengungsian dan kawasan permukiman warga, dilansir dari Xinhua.
Langkah tersebut dilakukan untuk mengurangi risiko kebakaran yang mengancam jiwa dengan membuang sampah ke tempat pembuangan akhir resmi. Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA)menyebut tempat pembuangan akhir resmi di Gaza sulit diakses selama konflik berlangsung.
Akibatnya, sampah menumpuk di sejumlah wilayah, termasuk di Pasar Firas yang berada di pusat Kota Gaza. Pada Jumat, 8 Mei 2026, tim PBB mengerahkan truk tangki air dan alat berat untuk menangani kebakaran di Pasar Firas.
Lokasi pasar tersebyt berada dekat lokasi perlindungan warga. Kawasan tersebut kini digunakan sebagai tempat pembuangan sampah padat utama karena lokasi pembuangan resmi tidak dapat diakses selama permusuhan berlangsung.
OCHA menyebut tumpukan sampah di Pasar Firas kini menutupi seluruh blok kota dengan ketinggian melebihi empat lantai bangunan. Mitra sanitasi PBB melaporkan dua tempat pembuangan akhir di Gaza berada dekat pagar perimeter wilayah tersebut.
Oleh karena itu, akses menuju lokasi memerlukan izin dari otoritas Israel. Selain itu, OCHA juga meminta izin untuk memasukkan alat berat ke Gaza guna membersihkan sampah, puing bangunan, dan bahan peledak.
PBB juga menekankan perlunya suku cadang untuk mengoperasikan peralatan tersebut demi mengurangi risiko kesehatan akibat hama dan tikus. Di sisi lain, akses masyarakat terhadap air bersih di Gaza masih menjadi tantangan besar.
Dengan infrastruktur yang rusak akibat konflik, sekitar 40 mitra kemanusiaan kini menyalurkan sekitar 20.000 meter kubik air setiap hari menggunakan truk tangki. Operasi tersebut sangat bergantung pada pasokan bahan bakar dan pendanaan berkelanjutan.
OCHA menyebut banyak keluarga harus mengambil air langsung dari truk di sekitar 2.000 titik distribusi. Namun, banyak warga tidak memiliki wadah yang memadai untuk mengambil dan menyimpan air sehingga distribusi belum dapat dilakukan secara merata.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....