Xi Jinping Peringatkan Trump soal Risiko Konflik Taiwan dalam KTT Beijing
- 15 Mei 2026 15:19 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Xi Jinping memperingatkan Donald Trump bahwa isu Taiwan dapat memicu bentrokan bahkan konflik antara AS dan Tiongkok jika tidak ditangani dengan baik.
- Pemerintahan Trump menegaskan kebijakan AS terhadap Taiwan tidak berubah, meski sejumlah anggota parlemen AS khawatir Trump dapat memberikan konsesi kepada Beijing dalam KTT di Beijing.
- Selain membahas Taiwan, kedua pemimpin juga menyoroti konflik Iran dan Selat Hormuz, termasuk dukungan menjaga jalur energi tetap terbuka serta minat Tiongkok membeli lebih banyak minyak dari AS.
RRI.CO.ID, Beijing — Presiden Tiongkok Xi Jinping memperingatkan potensi konflik dengan Amerika Serikat terkait Taiwan. Hal tersebut disampaikan dalam pertemuannya dengan Presiden AS Donald Trump di Beijing, dilansir dari NBC News, Jumat, 15 Mei 2026.
Xi menegaskan Taiwan merupakan isu paling penting dalam hubungan AS-Tiongkok. Ia juga menyebut hubungan kedua negara dapat tetap stabil apabila persoalan tersebut ditangani dengan baik.
Namun, ia memperingatkan bentrokan bahkan konflik dapat terjadi jika isu Taiwan salah ditangani. “Jika tidak, kedua negara akan mengalami bentrokan bahkan konflik yang membahayakan seluruh hubungan,” kata Xi kepada Trump.
Sejumlah anggota parlemen AS sebelumnya menyampaikan kekhawatiran bahwa Trump dapat memberikan konsesi kepada Xi terkait Taiwan. Meski demikian, pemerintahan Trump menegaskan bahwa kebijakan AS terhadap Taiwan tidak mengalami perubahan.
Dalam ringkasan resmi pihak AS, isu Taiwan tidak disebut secara khusus. Pemerintah AS lebih menyoroti pembahasan mengenai kerja sama ekonomi dan konflik Iran.
Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengatakan Trump tidak meminta bantuan Tiongkok terkait perang Iran. Namun Trump menyebut Xi ingin membantu tercapainya kesepakatan dengan Iran dan mendukung agar Selat Hormuz tetap terbuka.
Xi juga menyatakan penolakannya terhadap militerisasi Selat Hormuz maupun penarikan biaya penggunaan jalur tersebut. Selain itu, Tiongkok disebut tertarik membeli lebih banyak minyak Amerika Serikat untuk mengurangi ketergantungan pada kawasan Timur Tengah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....