Trump-Xi Jinping Klaim Kemajuan Stabilitas Hubungan dalam Penutupan KTT Beijing
- 15 Mei 2026 16:03 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Donald Trump dan Xi Jinping mengklaim ada kemajuan dalam menstabilkan hubungan AS-Tiongkok usai KTT di Beijing, meski sejumlah perbedaan penting masih belum terselesaikan.
- Trump menyebut telah mencapai kesepakatan perdagangan yang “fantastis” dengan Tiongkok, dengan fokus kerja sama pada sektor pertanian, penerbangan, dan kecerdasan buatan.
- Selain isu perdagangan, kedua pemimpin juga membahas perang Iran, mendukung Selat Hormuz tetap terbuka, serta menyoroti Taiwan yang tetap menjadi isu paling sensitif dalam hubungan AS-Tiongkok.
RRI.CO.ID, Beijing — Presiden AS Donald Trump dan Presiden Tiongkok Xi Jinping mengakhiri KTT penting di Beijing, Jumat, 15 Mei 2026. Kedua pemimpin mengklaim adanya kemajuan dalam menstabilkan hubungan AS-Tiongkok, dilansir dari Euro News.
Meski demikian, sejumlah perbedaan besar antara kedua negara masih tetap belum terselesaikan. Xi menyambut Trump di kediaman resminya di Zhongnanhai dalam pertemuan terakhir sebelum pemimpin AS itu kembali ke Washington.
Trump dan Xi menggelar diskusi selama hampir tiga jam bersama para pejabat senior masing-masing negara. Trump menyebut rangkaian pertemuan tersebut berlangsung sangat baik.
Sementara itu, Xi menggambarkan kunjungan itu sebagai kunjungan bersejarah yang membangun hubungan konstruktif dan stabil antara kedua negara. Trump mengklaim telah mencapai kesepakatan perdagangan yang “fantastis” dengan Xi dan menyebut hasil tersebut menguntungkan bagi AS maupun Tiongkok.
Dalam KTT tersebut, Trump disebut fokus pada kerja sama di sektor pertanian, penerbangan, dan kecerdasan buatan. Namun hingga kini belum ada rincian resmi mengenai kesepakatan yang dicapai.
KTT tersebut juga bertujuan mempertahankan stabilitas hubungan bilateral dan menjaga gencatan dagang yang rapuh antara kedua negara. Pada Oktober lalu, Washington setuju menurunkan tarif terhadap barang-barang Tiongkok, sementara Beijing menghentikan sementara pembatasan ekspor mineral tanah jarang.
Selain isu perdagangan, Trump dan Xi turut membahas perang Iran. Kedua negara sepakat bahwa Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir dan mendukung Selat Hormuz tetap terbuka.
Xi juga menyatakan Tiongkok ingin membantu mengakhiri perang Iran melalui jalur negosiasi. Meski demikian, Taiwan tetap menjadi salah satu isu paling sensitif dalam pembicaraan kedua pemimpin.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....