Pertemuan Trump dan Xi Jinping, Ini yang Dibahas
- 15 Mei 2026 13:33 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Kedua negara mendorong kerja sama lebih luas di bidang ekonomi, perdagangan, pertanian, dan komunikasi diplomatik, termasuk peningkatan akses pasar AS di Tiongkok.
- Selain membahas konflik Timur Tengah, Ukraina, dan Selat Hormuz, Xi menegaskan Taiwan tetap menjadi isu paling penting dalam hubungan AS-Tiongkok dan memperingatkan potensi konflik jika persoalan tersebut tidak ditangani dengan baik.
- Donald Trump dan Xi Jinping sepakat memperkuat hubungan strategis dan lebih kooperatif dalam KTT AS-Tiongkok di Beijing setelah bertahun-tahun diwarnai perselisihan perdagangan, teknologi, dan hak asasi manusia.
RRI.CO.ID, Beijing — Pertemuan puncak antara Amerika Serikat dan Tiongkok berlangsung di Beijing pada Kamis, 14 Mei 2026. Pertemuan tersebut dipimpin oleh Presiden AS Donald Trump dan Presiden Tiongkok Xi Jinping, dilansir dari CNBC.
Dalam pertemuan tersebut, kedua negara sepakat memperkuat hubungan yang lebih kooperatif. Hubungan AS dan Tiongkok selama bertahun-tahun diwarnai perselisihan mengenai perdagangan, teknologi, hak asasi manusia, dan hak kekayaan intelektual.
Xi menyebut hubungan baru kedua negara sebagai hubungan dengan stabilitas strategis yang akan menjadi pedoman jangka panjang bagi Beijing. Ia menegaskan hubungan AS dan Tiongkok harus diisi dengan kerja sama serta persaingan yang terukur.
Ia juga menekankan pentingnya menerjemahkan kesepakatan tersebut ke dalam tindakan nyata. Pengamat menilai langkah itu dapat menciptakan stabilitas yang lebih terkendali dan mencegah konflik besar seperti yang hampir terjadi pada 2025.
Sebelum KTT berlangsung, utusan perdagangan kedua negara telah menggelar pertemuan persiapan di Korea Selatan. Xi menyebut hasil pertemuan tersebut bersifat seimbang dan positif.
Delegasi AS dipimpin Menteri Keuangan Scott Bessent, sementara delegasi Tiongkok dipimpin Wakil Perdana Menteri He Lifeng. Xi juga meminta kedua negara menjaga momentum positif yang telah dicapai.
Tiongkok menyatakan terbuka terhadap kerja sama ekonomi yang lebih luas dengan AS. Sejumlah pemimpin perusahaan besar Amerika turut mengikuti kunjungan tersebut, termasuk Elon Musk dari Tesla dan CEO Nvidia, Jensen Huang.
Dalam pembahasan kerja sama, Xi Jinping menyerukan peningkatan hubungan di bidang ekonomi, perdagangan, pertanian, dan pariwisata. Ia juga meminta penguatan komunikasi diplomatik dan militer antara kedua negara.
Trump juga mendorong peningkatan akses pasar bagi perusahaan-perusahaan AS di Tiongkok. Selain itu, Washington meminta Beijing menekan aliran fentanyl ke Amerika Serikat dan meningkatkan pembelian produk pertanian AS.
Kedua negara turut membahas konflik Timur Tengah, perang di Ukraina, dan situasi di Semenanjung Korea. Trump dan Xi sepakat bahwa Selat Hormuz harus tetap terbuka guna menjaga arus energi global.
Tiongkok juga menyatakan minat membeli lebih banyak minyak dari AS untuk mengurangi ketergantungan pada minyak Timur Tengah. Selain itu, kedua negara sepakat bahwa Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir.
Dalam isu Taiwan, Xi menggunakan nada paling tegas dengan menyebut Taiwan sebagai isu paling penting dalam hubungan AS-Tiongkok. Ia memperingatkan hubungan kedua negara dapat stabil jika isu tersebut ditangani dengan baik, namun memicu konflik apabila ditangani secara keliru.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....