Trump-Xi Gelar Pertemuan, Sepakat Perkuat Hubungan Bilateral Kedua Negara

  • 14 Mei 2026 19:35 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Tiongkok dan Amerika Serikat (AS) menegaskan komitmen memperkuat hubungan bilateral yang stabil dan konstruktif.
  • Presiden Xi menekankan pentingnya membangun hubungan Tiongkok-AS yang sehat dan berkelanjutan.
  • Presiden Trump menyatakan komitmennya untuk terus bekerja sama dengan Presiden Xi guna memperkuat komunikasi dan mengelola perbedaan secara tepat.

RRI.CO.ID, Beijing - Tiongkok dan Amerika Serikat (AS) menegaskan komitmen memperkuat hubungan bilateral yang stabil dan konstruktif. Hal itu menjadi kesepakatan Presiden Xi Jinping dan Presiden Donald Trump dalam pertemuan tingkat tinggi, Kamis, 14 Mei 2026, pagi di Beijing.

Dalam pembicaraan tersebut, Xi menekankan pentingnya membangun hubungan Tiongkok-AS yang sehat dan berkelanjutan. Serta, berlandaskan stabilitas strategis di tengah dinamika global yang terus berkembang.

“Saya telah sepakat dengan Presiden Trump mengenai visi baru untuk membangun hubungan Tiongkok-AS yang konstruktif dan berlandaskan stabilitas strategis. Hal ini akan memberikan panduan strategis bagi hubungan Tiongkok-AS selama tiga tahun ke depan dan seterusnya,” ujar Xi dalam keterangan dilansir dari laman Kementerian Luar Negeri Tiongkok.

Menurut Xi, konsep “stabilitas strategis yang konstruktif” mencakup kerja sama sebagai fondasi utama hubungan kedua negara. Stabilitas tersebut juga berarti adanya persaingan yang sehat, pengelolaan perbedaan secara tepat, dan terciptanya perdamaian yang dapat diharapkan masyarakat internasional.

“Hubungan ekonomi dan perdagangan antara Tiongkok dan AS bersifat saling menguntungkan. Ia menilai konsultasi yang setara merupakan satu-satunya cara yang tepat untuk menyelesaikan perbedaan dan gesekan dalam hubungan dagang kedua negara,” kata Presiden Xi menegaskan.

Dalam kesempatan itu, Xi menyebut tim ekonomi dan perdagangan kedua negara telah menghasilkan capaian yang dinilainya seimbang dan positif. Menurut dia, hasil tersebut menjadi kabar baik tidak hanya bagi masyarakat Tiongkok dan Amerika Serikat, tetapi juga bagi perekonomian global.

Pemerintah Tiongkok, kata Xi, akan terus membuka peluang kerja sama yang lebih luas bagi dunia usaha Amerika Serikat. Ia juga menyambut keterlibatan lebih besar perusahaan-perusahaan AS dalam reformasi dan keterbukaan ekonomi Tiongkok.

Xi turut menekankan pentingnya implementasi kesepahaman yang telah dicapai kedua negara melalui penguatan komunikasi di bidang politik, diplomatik, dan militer. Selain itu, ia mendorong perluasan kerja sama di sektor ekonomi, kesehatan, pertanian, pariwisata, hubungan antar masyarakat, hingga penegakan hukum.

Sementara itu, Presiden Donald Trump menyebut kunjungan kenegaraan ke Tiongkok sebagai sebuah kehormatan besar. Trump mengatakan hubungan antara dirinya dan Xi Jinping telah membantu kedua negara menyelesaikan berbagai persoalan penting melalui komunikasi yang baik.

“Amerika Serikat dan Tiongkok memiliki hubungan yang sangat baik. Presiden Xi dan saya memiliki hubungan terpanjang dan terbaik yang pernah dimiliki oleh presiden kedua negara,” kata Trump.

Trump juga memuji Xi sebagai pemimpin besar dan menyampaikan penghormatannya kepada rakyat Tiongkok. Ia menilai pertemuan kedua pemimpin tersebut menjadi salah satu pertemuan puncak paling penting yang mendapat perhatian dunia internasional.

Trump menyatakan komitmennya untuk terus bekerja sama dengan Xi guna memperkuat komunikasi dan mengelola perbedaan secara tepat. Menurutnya, hal itu dilakukan untuk menyongsong masa depan yang fantastis kedua negara.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....