Iran Ajukan Lima Syarat untuk Lanjutkan Perundingan dengan AS

  • 13 Mei 2026 16:20 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Iran menetapkan lima syarat sebelum kembali berunding dengan Amerika Serikat, termasuk penghentian perang, pencabutan sanksi, pembebasan aset yang dibekukan, kompensasi perang, dan pengakuan kedaulatan atas Selat Hormuz.
  • Teheran mengaku masih tidak percaya terhadap AS setelah blokade angkatan laut di Laut Arab dan Teluk Oman tetap berlangsung meski gencatan senjata telah diberlakukan.
  • Iran menilai proposal perdamaian 14 poin dari Washington bersifat sepihak, sementara ketegangan yang terus meningkat memunculkan kekhawatiran perang dapat kembali memanas meski gencatan senjata masih berlaku.

RRI.CO.ID, Teheran — Iran menetapkan lima syarat untuk memulai kembali perundingan dengan Amerika Serikat di tengah kebuntuan diplomatik yang masih berlangsung. Laporan Fars News Agency menyebut Teheran menganggap syarat tersebut sebagai “jaminan minimum” sebelum negosiasi baru dapat dimulai.

Salah satu syarat utama yang diajukan Iran adalah penghentian perang di semua front, terutama konflik di Lebanon. Teheran juga menuntut pencabutan sanksi Amerika Serikat terhadap Iran, dilansir dari Anadolu, Rabu, 13 Mei 2026.

Iran turut meminta pembebasan aset-asetnya yang dibekukan serta kompensasi atas kerusakan akibat perang. Pemerintah Iran juga menuntut pengakuan terhadap hak kedaulatannya atas Selat Hormuz yang menjadi jalur penting perdagangan energi dunia.

Teheran menyampaikan syarat-syarat tersebut kepada mediator Pakistan yang selama ini berupaya menjembatani komunikasi dengan Washington. Iran mengaku masih tidak percaya terhadap Amerika Serikat.

Ketidakpercayaan tersebut meningkat setelah blokade angkatan laut AS di Laut Arab dan Teluk Oman tetap berlangsung meski gencatan senjata telah diberlakukan. Menurut laporan tersebut, syarat-syarat itu disusun untuk membangun tingkat kepercayaan minimum sebelum kedua pihak kembali ke meja perundingan.

Iran juga menegaskan negosiasi baru tidak dapat dimulai tanpa penerapan nyata dari tuntutan tersebut. Fars News Agency menyebut lima syarat itu merupakan respons terhadap proposal 14 poin dari Amerika Serikat.

Teheran menilai proposal Washington bersifat sepihak dan hanya bertujuan memperoleh keuntungan diplomatik yang gagal dicapai melalui perang. Konflik Iran bermula setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari.

Perang tersebut juga menyebabkan penutupan Selat Hormuz yang berdampak besar terhadap perdagangan dan pasokan energi global. Situasi itu memicu kekhawatiran dunia terhadap stabilitas ekonomi internasional.

Pada Minggu, Iran mengirim tanggapan terhadap proposal perdamaian AS melalui Pakistan, namun Trump menolak respons tersebut. Ketegangan yang terus meningkat memunculkan kekhawatiran bahwa perang Iran dapat kembali memanas sewaktu-waktu meski gencatan senjata masih berlaku.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....