Trump Sebut Gencatan Senjata AS-Iran dalam Kondisi Rapuh

  • 12 Mei 2026 13:42 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Donald Trump menyebut gencatan senjata antara AS dan Iran masih berlaku, tetapi berada dalam kondisi sangat rapuh dan “di penopang hidup besar.”
  • Iran merespons keras pernyataan Trump dan mengajukan proposal 14 poin yang mencakup penghentian perang, pembukaan Selat Hormuz, penghentian blokade AS, serta jaminan tidak ada lagi serangan terhadap Iran.
  • Ketegangan kedua negara terus memengaruhi situasi global, termasuk kenaikan harga minyak dunia akibat blokade Iran di Selat Hormuz yang menjadi jalur penting perdagangan energi internasional.

RRI.CO.ID, Washington — Donald Trump menyebut gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran berada dalam kondisi sangat rapuh. Dalam pernyataannya di Oval Office pada Senin, 11 Mei 2026, Trump mengatakan gencatan senjata tersebut masih berlaku.

Namun, ia menilai kondisi gencatan senjata itu berada di “penopang hidup besar” dan sangat lemah. Pernyataan Trump memicu respons keras dari Iran, dilansir dari BBC News dan CNN.

Ketua Parlemen Iran Mohammad Ghalibaf mengatakan angkatan bersenjata Iran siap merespons dan memberi pelajaran terhadap setiap bentuk agresi. Sebelumnya, Iran mengirim proposal balasan kepada Amerika Serikat yang berisi tuntutan untuk mengakhiri perang dan membuka kembali Selat Hormuz.

Namun, Trump menolak proposal tersebut dan menyebutnya sebagai sesuatu yang “sepenuhnya tidak dapat diterima” serta “sampah”. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei, membela proposal tersebut, menyebutnya sebagai tawaran bertanggung jawab dan murah hati.

Iran juga menegaskan tidak ada pilihan selain menerima hak-hak rakyat Iran sebagaimana tercantum dalam proposal 14 poin yang diajukan Teheran. Menurut Iran, proposal tersebut mencakup penghentian perang di semua front.

Proposal itu juga berisi penghentian blokade laut AS terhadap pelabuhan Iran serta jaminan tidak akan ada lagi serangan terhadap Iran. Selain itu, Teheran juga meminta kompensasi atas kerusakan perang dan menegaskan kedaulatannya atas Selat Hormuz.

Di sisi lain, Trump tetap menyatakan bahwa perang di Iran akan segera berakhir. Media AS Axios melaporkan memorandum awal Amerika Serikat berisi 14 poin.

Memorandum tersebut mencakup penghentian pengayaan uranium Iran, pencabutan sanksi, dan pemulihan jalur pelayaran bebas melalui Selat Hormuz. Namun, berbagai poin dalam memorandum tersebut disebut masih bergantung pada tercapainya kesepakatan akhir antara kedua pihak.

Di tengah ketegangan tersebut, Iran terus memblokir Selat Hormuz yang menyebabkan kenaikan harga minyak dunia. Dalam kondisi normal, sekitar 20 persen pasokan minyak dan gas alam cair dunia melewati jalur strategis tersebut.

Gencatan senjata dalam perang Iran mulai berlaku sejak bulan lalu. Kesepakatan itu tercapai setelah serangan udara besar-besaran yang dilakukan pasukan Israel dan Amerika Serikat terhadap Iran pada 28 Februari lalu.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....