ASEAN Desak AS dan Iran Hentikan Konflik di Timteng
- 09 Mei 2026 16:10 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- ASEAN menyatakan keprihatinan serius terhadap perang AS-Israel melawan Iran dan mendesak semua pihak menjaga gencatan senjata serta menghentikan permusuhan di Timur Tengah.
- Ferdinand Marcos Jr. mengatakan konflik tersebut telah menewaskan lebih dari 3.300 orang di Iran dan membuat situasi kawasan semakin tidak menentu meski Pakistan berhasil memediasi gencatan senjata.
- ASEAN juga mengoordinasikan langkah antisipasi untuk menjaga pasokan bahan bakar di tengah kekhawatiran gangguan pengiriman minyak dan perdagangan maritim melalui Selat Hormuz.
RRI.CO.ID, Cebu — ASEAN menyatakan keprihatinan serius terhadap situasi di Timur Tengah di tengah perang Amerika Serikat dan Israel melawan Iran. Pernyataan tersebut disampaikan para pemimpin ASEAN dalam KTT ASEAN ke-48 di Cebu, dilansir dari Anadolu, Sabtu, 9 Mei 2026.
ASEAN menyambut gencatan senjata yang dimediasi Pakistan antara Washington dan Teheran. Namun, blok regional itu mendesak semua pihak menjaga pelaksanaan gencatan senjata dengan menahan diri dan menghentikan seluruh permusuhan.
ASEAN juga meminta semua pihak menghindari tindakan yang dapat memperburuk situasi. Para pemimpin ASEAN menegaskan pentingnya hukum internasional serta menyerukan dialog dan diplomasi yang tulus untuk menyelesaikan konflik di Timur Tengah.
ASEAN juga meminta penghentian permusuhan secara menyeluruh di Timur Tengah. Selain itu, ASEAN menekankan penyelesaian sengketa harus dilakukan melalui cara damai dengan tetap menghormati kedaulatan dan integritas wilayah semua negara.
Selain itu, ASEAN menyoroti pentingnya menjaga keamanan dan keselamatan maritim, termasuk kebebasan navigasi internasional di Selat Hormuz. ASEAN menyampaikan keprihatinan terhadap tindakan diskriminatif atau sepihak yang dapat menghambat kapal yang melintas di jalur pelayaran internasional tersebut.
Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr. yang memimpin KTT mengatakan semua pihak harus segera menghentikan permusuhan dan membuka kembali Selat Hormuz. Ia menilai situasi perang saat ini masih sangat tidak menentu dan belum ada kepastian mengenai keberlanjutan gencatan senjata.
“Kita sekarang berada dalam situasi yang menggantung tentang berapa lama perang ini akan berlangsung. Kita tidak tahu kapan bentrokan berikutnya akan terjadi,” kata Marcos.
Menurut Ferdinand Marcos Jr., perang tersebut telah menewaskan lebih dari 3.300 orang di Iran dan memaksa ribuan warga lainnya mengungsi. Sebelum itu, Pakistan berhasil memediasi gencatan senjata pada 8 April.
Gencatan senjata tersebut kemudian diperpanjang oleh pihak Amerika Serikat. Marcos mengatakan situasi menjadi semakin rumit karena belum jelas pihak mana saja yang terlibat dalam penghentian konflik tersebut.
Ia juga menilai upaya diplomatik tidak akan mencapai hasil maksimal selama pertempuran dan pengeboman masih berlangsung. Marcos menegaskan perdamaian merupakan langkah mendasar untuk menyelesaikan krisis regional di Timur Tengah.
Marcos mengatakan ASEAN kini mengoordinasikan langkah antisipasi untuk menjaga pasokan bahan bakar. Langkah tersebut dilakukan di tengah kekhawatiran terhadap gangguan pengiriman minyak dan perdagangan maritim melalui Selat Hormuz.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....