Trump Pertimbangkan Kembali Operasi Militer terhadap Iran di tengah Ketegangan B
- 12 Mei 2026 15:10 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Presiden Amerika Serikat Donald Trump dilaporkan semakin frustrasi terhadap Iran dan mempertimbangkan kembali opsi operasi militer yang sebelumnya dihentikan sejak April.
- Trump mengecam Iran atas penutupan Selat Hormuz dan respons terhadap proposal damai AS, serta menilai negosiasi tidak berjalan serius di tengah ketegangan yang semakin meningkat.
- Di tengah perbedaan sikap di internal AS antara opsi militer dan diplomasi, Iran melalui Mohammad Bagher Qalibaf menyatakan siap menghadapi segala bentuk agresi dan menolak tekanan eksternal.
RRI.CO.ID, Washington — Presiden Amerika Serikat Donald Trump dilaporkan semakin frustrasi terhadap Iran. Ia juga mempertimbangkan kembali opsi operasi militer yang sebelumnya dihentikan sejak April, dilansir dari Anadolu, Selasa, 12 Mei 2026.
Laporan ini disampaikan CNN pada Senin, 1 Mei 2026 berdasarkan sumber anonim yang mengetahui pembahasan internal pemerintahan AS. Trump disebut kecewa dengan jalannya negosiasi dengan Iran.
Ia juga menyoroti penutupan Selat Hormuz yang masih berlangsung serta dugaan adanya perpecahan di kalangan elit pemerintahan Iran. Trump juga mengecam respons terbaru Iran terhadap proposal damai Amerika Serikat dan menyebutnya “sepenuhnya tidak dapat diterima”.
Trump menggambarkan kondisi gencatan senjata sebagai sangat rapuh dan berada dalam situasi kritis, dengan peluang bertahan yang sangat kecil. Ia juga menilai Iran tidak menunjukkan keseriusan dalam proses negosiasi damai yang sedang berlangsung.
CNN melaporkan bahwa sejumlah pejabat di Pentagon mendorong langkah yang lebih agresif. Langkah tersebut termasuk opsi serangan terbatas untuk melemahkan posisi Iran dalam perundingan.
Namun, sebagian pejabat lain masih menekankan pentingnya jalur diplomasi untuk meredakan ketegangan. Di tingkat regional, beberapa negara seperti Pakistan disebut telah memperingatkan Iran bahwa Trump semakin kehilangan kesabaran.
Pakistan juga memperingatkan Iran bahwa ini menjadi kesempatan terakhir untuk mencapai solusi damai. Meski demikian, Iran dilaporkan belum mengindahkan peringatan tersebut.
Di sisi lain, Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Qalibaf menegaskan bahwa militer Iran siap menghadapi setiap bentuk agresi. Ia juga menyatakan Iran siap menghadapi “segala opsi” dan memperingatkan bahwa lawan-lawannya akan terkejut.
Qalibaf menambahkan, tidak ada alternatif selain menerima proposal 14 poin yang diajukan Iran, dan pendekatan lain hanya akan berujung kegagalan. Ia menilai posisi Iran sudah jelas dalam menghadapi tekanan internasional.
CNN juga melaporkan bahwa Trump telah menggelar pertemuan dengan tim keamanan nasionalnya untuk membahas berbagai opsi terkait Iran. Namun, keputusan mengenai kemungkinan dimulainya kembali operasi militer diperkirakan belum akan diambil sebelum Trump melakukan perjalanan ke Tiongkok pada Selasa.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....