Korea Selatan Gabung 40 Negara Bahas Keamanan Maritim di Selat Hormuz

  • 12 Mei 2026 15:23 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Korea Selatan akan menghadiri pertemuan pertahanan multinasional di Selat Hormuz yang diikuti lebih dari 40 negara, sebagai respons atas meningkatnya ketegangan dan gangguan jalur pelayaran akibat konflik Amerika Serikat–Iran.
  • Insiden kapal HMM Namu pada 4 Mei yang melibatkan ledakan dan kebakaran diselidiki Korea Selatan, dengan dugaan penyebab dua objek udara tidak dikenal, serta memicu kecaman dan komitmen investigasi penuh dari pemerintah.
  • Di tengah situasi tersebut, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menuding Iran terlibat, namun Iran membantah keras, sementara Korea Selatan menegaskan serangan terhadap kapal sipil tidak dapat ditoleransi.

RRI.CO.ID, Seoul — Korea Selatan akan berpartisipasi dalam pertemuan pertahanan multinasional terkait keamanan di Selat Hormuz pada Selasa, 11 Mei 2026. Langkah ini diambil menyusul serangan terhadap kapal kargo yang dioperasikan Korea Selatan di wilayah tersebut, dilansir dari Yonhap News Agency.

Pejabat Kementerian Pertahanan Korea Selatan, Mayor Jenderal Woo Kyung-suk selaku Direktur Jenderal Perencanaan Kebijakan, akan menghadiri pertemuan virtual. Pertemuan tersebut dipimpin bersama oleh Inggris dan Prancis, dikutip dari Anadolu.

Lebih dari 40 negara diperkirakan akan ikut serta dalam konferensi tingkat tinggi pertama tersebut. Pertemuan tersebut akan berfokus pada kerja sama keamanan maritim di Selat Hormuz.

Pertemuan ini digelar di tengah meningkatnya kekhawatiran internasional setelah konflik Amerika Serikat dan Iran mengganggu jalur pelayaran di Selat Hormuz. Jalur tersebut merupakan rute vital bagi pasokan energi dan pupuk dunia.

Korea Selatan sebelumnya menyimpulkan bahwa insiden ledakan dan kebakaran pada kapal kargo HMM Namu terjadi pada 4 Mei. Insiden tersebut diduga disebabkan oleh dua objek udara yang tidak dikenal.

Pemerintah Korea Selatan mengecam keras serangan tersebut dan berjanji melakukan penyelidikan penuh untuk mengungkap pihak yang bertanggung jawab. Penasihat Keamanan Nasional Korea Selatan Wi Sung-lac menegaskan bahwa serangan terhadap kapal sipil tidak dapat dibenarkan atau ditoleransi.

Ia juga mengatakan pemerintah akan mengambil langkah yang diperlukan setelah analisis lanjutan selesai. Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebelumnya mengklaim bahwa Iran terlibat dalam serangan terhadap kapal HMM Namu dan target lainnya.

Namun, pihak Iran melalui kedutaannya di Seoul membantah keras tuduhan tersebut dan menegaskan tidak ada keterlibatan militer mereka. Kapal HMM Namu diketahui membawa 24 awak, termasuk enam warga Korea Selatan, dan tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....