Ledakan Kapal Kargo Korea Selatan di Selat Hormuz, Awak Selamat
- 05 Mei 2026 13:58 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Kapal kargo HMM Namu mengalami ledakan dan kebakaran di Selat Hormuz, namun seluruh 24 awak kapal dipastikan selamat tanpa korban jiwa.
- Penyebab insiden masih diselidiki, dengan dugaan awal mencakup kemungkinan serangan atau ranjau laut yang hanyut.
- Kejadian terjadi di tengah meningkatnya ketegangan di Selat Hormuz, yang membuat jalur pelayaran global menjadi berisiko tinggi dan banyak kapal masih terjebak.
RRI.CO.ID, Selat Hormuz — Sebuah kapal kargo berbendera Panama yang dioperasikan perusahaan Korea Selatan mengalami ledakan. Insiden tersebut memicu kebakaran saat kapal berlabuh di Selat Hormuz pada Senin, 4 Mei 2026 malam.
Insiden tersebut tidak menimbulkan korban jiwa, meskipun sempat memicu kekhawatiran di tengah situasi kawasan yang sedang tegang. Kapal yang diidentifikasi sebagai HMM Namu itu berada di luar batas pelabuhan Umm Al Quwain.
Melansir dari The Korea Herald, ledakan terjadi sekitar pukul 20.40 waktu setempat. Kapal tersebut membawa 24 awak, terdiri dari enam warga Korea Selatan dan 18 warga negara asing.
Ledakan dilaporkan terjadi di sisi kiri ruang mesin, berdasarkan informasi dari kapal lain yang berada di sekitar lokasi. Setelah kejadian, kapal berada dalam kondisi siaga, sementara seluruh awak dipastikan selamat hingga sekitar pukul 21.00.
Pihak berwenang masih menyelidiki penyebab insiden tersebut, termasuk kemungkinan adanya serangan atau ranjau laut yang hanyut. Kementerian Kelautan dan Perikanan bersama Kementerian Luar Negeri Korea Selatan terus melakukan verifikasi melalui jalur resmi.
Sejumlah instansi terkait, termasuk otoritas pertahanan dan penjaga pantai, telah diberi tahu dan turut memantau perkembangan situasi. Pemerintah memastikan bahwa tidak ada warga negara Korea Selatan yang menjadi korban dalam insiden tersebut.
Peristiwa ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan di Selat Hormuz, jalur pelayaran global yang sangat penting bagi distribusi energi dunia. Kondisi keamanan yang tidak stabil di kawasan tersebut membuat sejumlah kapal masih terjebak dan menghadapi risiko tinggi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....