Iran Terapkan Aturan Maritim Baru di Teluk dan Selat Hormuz

  • 02 Mei 2026 16:45 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • IRGC mengumumkan kebijakan baru di Teluk dan Selat Hormuz, dengan kontrol hampir 2.000 km garis pantai atas arahan Mojtaba Khamenei.
  • Pembatasan jalur pelayaran oleh Iran merupakan respons atas serangan AS dan Israel sejak 28 Februari, yang memicu eskalasi dan ketidakstabilan kawasan.
  • Gencatan senjata dimediasi Pakistan dan diperpanjang oleh Donald Trump, namun perundingan di Islamabad belum mencapai kesepakatan dan situasi masih tidak pasti.

RRI.CO.ID, Teheran — Iran mengumumkan aturan maritim baru yang berlaku di wilayah Teluk dan Selat Hormuz. Kebijakan tersebut diumumkan oleh Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) sebagai bagian dari langkah strategis dalam menjaga kepentingan nasional.

Langkah ini disebut diambil atas arahan Mojtaba Khamenei, yang disebut sebagai pemimpin tertinggi Iran. Angkatan Laut IRGC menyatakan akan mengendalikan hampir 2.000 kilometer garis pantai Iran di wilayah tersebut.

Mengutip dari Anadolu, Sabtu, 2 Mei 2026, hal tersebut dinilai sebagai kawasan strategis bagi negara. Wilayah perairan tersebut dianggap sebagai sumber penghidupan rakyat, kekuatan nasional, serta penopang keamanan dan kemakmuran kawasan.

Meski demikian, hingga kini belum ada rincian lebih lanjut mengenai implementasi aturan maritim baru tersebut. Ketegangan di Selat Hormuz masih tinggi, terutama setelah Iran membatasi jalur pelayaran.

Pembatasan tersebut dilakukan sebagai respons terhadap serangan Amerika Serikat dan Israel yang dimulai pada 28 Februari. Situasi tersebut memicu eskalasi konflik yang berdampak pada stabilitas kawasan.

Upaya meredakan ketegangan sempat dilakukan melalui gencatan senjata yang diumumkan pada 8 April dengan mediasi Pakistan. Perundingan lanjutan digelar di Islamabad pada 11 hingga 12 April, namun tidak menghasilkan kesepakatan.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump kemudian memperpanjang gencatan senjata secara sepihak tanpa menetapkan batas waktu baru. Hingga kini, kondisi di kawasan tetap belum stabil dan penuh ketidakpastian.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....