Iran Terapkan Aturan Baru Pelayaran di Selat Hormuz

  • 06 Mei 2026 14:15 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Iran memperkenalkan mekanisme baru pelayaran di Selat Hormuz dengan mewajibkan kapal mengikuti aturan dan memperoleh izin melalui sistem berbasis email dari otoritas PGSA.
  • Kebijakan ini merupakan bagian dari upaya Iran memperketat kontrol maritim di jalur energi vital di tengah meningkatnya ketegangan dengan Amerika Serikat.
  • Perbedaan kebijakan Iran dan AS, termasuk pengerahan militer AS di kawasan, berpotensi memengaruhi stabilitas perdagangan global dan pasokan energi dunia.

RRI.CO.ID, Teheran — Iran memperkenalkan mekanisme baru untuk mengatur pelayaran kapal di Selat Hormuz di tengah meningkatnya ketegangan dengan Amerika Serikat. Kebijakan ini dilaporkan oleh media pemerintah Press TV.

Melansir dari Anadolu, Rabu, 6 Mei 2026, kebijakan ini menjadi bagian dari upaya Teheran memperketat pengawasan di jalur tersebut. Selat Hormuz merupakan salah satu jalur energi paling vital di dunia, yang dilalui oleh sebagian besar pengiriman minyak global.

Dalam sistem baru ini, kapal yang hendak melintas akan menerima instruksi melalui email dari otoritas terkait. Otoritas yang dimaksud tersebut merupakan Persian Gulf Strait Authority (PGSA).

Email tersebut berisi aturan pelayaran yang wajib dipatuhi oleh setiap kapal. Setelah memenuhi ketentuan yang ditetapkan, kapal akan diberikan izin resmi untuk melintasi selat tersebut.

Langkah ini merupakan bagian dari peningkatan kontrol maritim Iran sejak pecahnya konflik yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel. Ketegangan di kawasan tersebut terus meningkat, sehingga Iran memberlakukan aturan navigasi yang lebih ketat.

Kapal kini diwajibkan mengikuti rute yang telah ditentukan serta memperoleh otorisasi sebelum melintas. Di sisi lain, Amerika Serikat juga mengerahkan pasukan angkatan laut di kawasan tersebut untuk mendukung pelayaran komersial.

Perbedaan kebijakan antara kedua negara semakin memperumit situasi di Selat Hormuz. Kondisi ini berpotensi memberikan dampak besar terhadap stabilitas perdagangan dan pasokan energi global.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....