Perang Iran-AS dan Israel, Dubes Sergei : Rusia Dukung Tercapainya Perdamaian
- 09 Mei 2026 20:40 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Rusia mendukung tercapainya perdamaian atas perang antara Iran dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel yang dimulai pada 28 Februari 2026.
- Rusia menentang serangan yang menargetkan warga sipil dalam perang yang berlangsung lebih dari dua bulan itu.
- Rusia siap menjadi mediator perdamaian maupun sebagai pihak yang berpartisipasi dalam proses perdamaian.
RRI.CO.ID, Jakarta - Rusia mendukung tercapainya perdamaian atas perang antara Iran dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel yang dimulai pada 28 Februari 2026. Kata Duta Besar Rusia untuk Indonesia, Sergei Tolchenov di sela-sela peringatan “Perang Patriotik Raya”, Sabtu, 9 Mei 2026 di Jakarta.
Menurut Tolchenov, upaya agar tercapainya perdamaian dapat dimulai dari gencatan senjata. Sehingga, terwujudnya perdamaian untuk jangka panjang di kawasan.
“Kami mendukung upaya untuk mewujudkan perdamaian dan mungkin dimulai dari gencatan senjata dan perdamaian jangka panjang di kawasan ini. Jika ada perbedaan atau posisi yang berbeda dari beberapa negara, maka hal itu harus diselesaikan melalui negosiasi damai,” ujar Dubes Sergei kepada RRI.
Dubes Sergei menegaskan, Rusia menentang serangan yang menargetkan warga sipil dalam perang yang berlangsung lebih dari dua bulan itu. Meski di saat bersamaan ia menilai serangan terhadap Iran merupakan agresi tidak beralasan dari AS dan Israel.
“Sejak awal kami mengatakan ini adalah agresi yang tidak beralasan dan tidak masuk akal dari Israel dan AS terhadap negara berdaulat, Iran, yang harus segera dihentikan. Kami juga menentang serangan apa pun terhadap target sipil di negara mana pun di kawasan ini, di Timur Tengah dan Teluk Persia,” ujarnya menekankan.
Secara khusus Sergey mengungkapkan, Rusia siap menjadi mediator perdamaian maupun sebagai pihak yang berpartisipasi dalam proses perdamaian. Namun, menurutnya hal itu akan dilakukan apabila terdapat permintaan kepada Rusia.
“Mungkin kami tidak ingin mengusulkannya sendiri. Tetapi jika ada permintaan, keinginan dari semua pihak maka kami dapat melakukannya,” ucap Dubes Sergei.
Terkait terbatasnya akses di Selat Hormuz selama perang Iran dengan AS dan Israel, Dubes Sergei memastikan hal itu tidak memberikan dampak kepada Rusia. Sebab, kata Sergei, Rusia tidak menggunakan jalur perairan Selat Hormuz untuk perdagangan bilateral khususnya untuk komoditas minyak dan gas.
“Tetapi bagaimanapun, ini adalah ekonomi global, jadi bagaimanapun juga akan ada beberapa dampak negatif bagi semua orang. Itulah mengapa kami percaya bahwa tindakan militer tersebut harus dihentikan, serta semua sanksi ilegal dan tindakan pembatasan terhadap Iran dan juga negara saya,” ujarnya menegaskan.
Sebelumnya, Menlu Iran Abbas Araghchi bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin di St. Petersburg pada 27 April 2026 untuk memperkuat aliansi strategis. Kunjungan ini berfokus pada koordinasi intensif terkait konflik Timur Tengah.
Pada pertemuan itu Araghchi menyalahkan tuntutan berlebihan AS atas kegagalan negosiasi dan menegaskan perlawanan terhadap AS. Sementara, Presiden Putin menyampaikan dukungan penuh kepada Iran dan berharap konflik segera mereda.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....