Presiden Filipina Peringatkan ASEAN Dampak Jangka Panjang Guncangan Global

  • 08 Mei 2026 18:25 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Presiden Filipina Ferdinand R. Marcos Jr. memperingatkan bahwa guncangan geopolitik dan ekonomi global akan berdampak jangka panjang bagi negara-negara ASEAN yang masih rentan terhadap gangguan eksternal.
  • Dampak krisis mencakup gangguan rantai pasokan minyak, perdagangan, serta sistem ekonomi global, yang juga berimbas pada infrastruktur, stabilitas sosial, dan kepercayaan antar negara.
  • ASEAN didorong memperkuat koordinasi dan kerja sama regional melalui ASEAN Community Vision 2045 serta menyusun rencana aksi konkret untuk menghadapi dan mencegah krisis di masa depan.

RRI.CO.ID, Cebu — Presiden Filipina Ferdinand R. Marcos Jr. memperingatkan ASEAN tentang dampak jangka panjang guncangan global dalam KTT ASEAN ke-48 di Filipina. Ia menyoroti bahwa konflik geopolitik dan gangguan ekonomi global yang sedang berlangsung akan tetap terasa bahkan setelah ketegangan mereda.

Melansir dari Phipilippine News Agency, Jumat, 8 Mei 2026, kondisi tersebut membuat negara-negara ASEAN masih sangat rentan terhadap guncangan eksternal. Menurut Marcos, guncangan tersebut mencakup gangguan rantai pasokan minyak, perdagangan, dan pasar global.

Dampaknya berbeda di tiap negara, tetapi tetap memberikan efek jangka panjang bagi seluruh kawasan. Ia menegaskan bahwa dampak krisis tidak hanya terbatas pada ekonomi.

Krisis tersebut juga dapat merusak infrastruktur penting, sistem vital, serta menurunkan kepercayaan antar pihak. Para pemimpin ASEAN juga membahas secara tertutup isu keamanan energi regional, stabilitas pangan, serta pelajaran dari krisis geopolitik terbaru.

Konflik di Timur Tengah menjadi sorotan utama karena telah mengganggu pasokan minyak global dan memengaruhi harga energi dunia. Marcos menyebut efek domino dari krisis energi tersebut sangat luas.

Efek tersebut mulai dari perubahan cara masyarakat bekerja, cara bisnis dijalankan, hingga gaya hidup sehari-hari. Ia menegaskan bahwa ASEAN sebenarnya telah mengantisipasi risiko ini melalui ASEAN Community Vision 2045.

Dokumen tersebut mengidentifikasi gangguan rantai pasokan dan rivalitas kekuatan besar sebagai tantangan jangka panjang. Marcos juga mendorong ASEAN untuk memperkuat koordinasi, meningkatkan kerja sama institusi.

Ia menyusun rencana aksi regional yang lebih konkret guna mencegah krisis serupa di masa depan. Menurutnya, gangguan beberapa minggu saja dapat membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk diperbaiki, sehingga tidak hanya menguji pemerintah, tetapi juga masyarakat.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....