ASEAN Serukan Persatuan Hadapi Krisis Energi Global

  • 08 Mei 2026 15:44 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Para pemimpin ASEAN berkumpul dalam KTT ke-48 di Cebu untuk membahas dampak perang Timur Tengah yang mengganggu pasokan energi global dan memperburuk ketidakpastian ekonomi kawasan.
  • Presiden Filipina Ferdinand R. Marcos Jr. menekankan pentingnya persatuan, kebijaksanaan, dan kerja sama ASEAN dalam menghadapi tantangan global, termasuk dampak konflik terhadap kehidupan dan ekonomi masyarakat.
  • ASEAN mendorong penyesuaian kebijakan bersama serta penguatan kerja sama regional di bidang ekonomi, ketahanan, dan keberlanjutan untuk menghadapi dampak jangka panjang krisis global.

RRI.CO.ID, Cebu — Para pemimpin Asia Tenggara berkumpul di Filipina pada Jumat, 8 Mei 2026 untuk membahas dampak perang di Timur Tengah. Mereka menyoroti konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran yang telah mengganggu pasokan energi global.

Presiden Filipina Ferdinand R. Marcos Jr. memimpin pertemuan tersebut dalam KTT ASEAN ke-48 yang digelar di Cebu. Ia menyerukan pentingnya persatuan serta keteguhan bagi negara-negara ASEAN dalam menghadapi ketidakpastian global, dikutip dari Anadolu.

Marcos menegaskan bahwa ASEAN harus merespons situasi dengan kebijaksanaan dan kerja sama yang kuat. Ia mengatakan dunia saat ini menghadapi tantangan yang semakin kompleks.

“Kita berdiri bersama hari ini untuk menunjukkan kapasitas ASEAN dalam merespons dengan persatuan, dengan kebijaksanaan, dengan keteguhan, pada saat kawasan kita sekali lagi menghadapi ketidakpastian yang mendalam,” katanya.

Ia juga menyoroti bahwa ketidakstabilan di Timur Tengah berdampak langsung pada kawasan Asia Tenggara. Dampak tersebut mencakup ancaman terhadap gaya hidup, mata pencaharian, dan stabilitas ekonomi masyarakat.

Dalam konteks tersebut, ia menjadi salah satu pemimpin yang mengambil langkah darurat ekonomi untuk menghadapi dampak perang terhadap perekonomian nasional. Menurut Marcos, setiap negara ASEAN telah melakukan berbagai penyesuaian kebijakan dalam beberapa bulan terakhir untuk beradaptasi dengan perubahan global.

Para pemimpin kini berkumpul untuk mengevaluasi langkah-langkah tersebut dan mencari strategi terbaik untuk menghadapi masa depan secara bersama-sama. Ia menekankan bahwa kerja sama ASEAN harus terus berlanjut, bukan hanya meskipun ada tantangan, tetapi justru karena tantangan tersebut.

Marcos juga menegaskan bahwa masa-masa sulit seharusnya tidak memecah belah ASEAN, melainkan memperkuat solidaritas dan kerja sama regional. KTT ini disebut menjadi momentum penting untuk memperkuat kerja sama ekonomi, ketahanan kawasan, serta agenda keberlanjutan di Asia Tenggara.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....