Tiga Penumpang Dievakuasi dari Kapal Pesiar akibat Hantavirus

  • 07 Mei 2026 14:30 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Tiga orang, termasuk pemandu ekspedisi asal Inggris Martin Anstee, dievakuasi dari kapal pesiar MV Hondius akibat dugaan wabah hantavirus dan dibawa ke Belanda untuk perawatan medis.
  • WHO mencatat delapan kasus hantavirus di kapal dengan lima kasus terkonfirmasi, sementara dua warga Belanda dan seorang warga Jerman dilaporkan meninggal dunia.
  • Meski Spanyol mengizinkan kapal bersandar di Kepulauan Canary, otoritas Tenerife menyuarakan kekhawatiran terkait potensi penyebaran wabah di tengah pemantauan internasional yang terus berlangsung.

RRI.CO.ID, Canary — Tiga orang dievakuasi secara medis dari kapal pesiar MV Hondius setelah muncul dugaan wabah hantavirus di atas kapal tersebut. Salah satu yang dievakuasi adalah warga Inggris bernama Martin Anstee yang bekerja sebagai pemandu ekspedisi di kapal itu.

Anstee mengatakan kondisinya cukup baik meski masih harus menjalani berbagai pemeriksaan medis dan isolasi di rumah sakit. Dua orang lain yang dievakuasi berasal dari Belanda dan Jerman, termasuk dokter kapal asal Belanda.

Melansir dari The Guardian, Kamis, 7 Mei 2026, WHO menyatakan ketiganya dipindahkan ke Belanda untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut. Pejabat kesehatan Spanyol menyebut kondisi Anstee kini lebih stabil setelah sebelumnya dilaporkan kritis.

WHO juga mengungkapkan terdapat delapan kasus hantavirus di kapal, dengan lima di antaranya telah dikonfirmasi. MV Hondius membawa hampir 150 orang dan kini diizinkan bersandar di Kepulauan Canary oleh pemerintah Spanyol.

Namun, keputusan tersebut memicu kekhawatiran dari otoritas regional di Tenerife terkait potensi penyebaran wabah. Sebelumnya, kapal sempat berlabuh di lepas pantai Tanjung Verde untuk proses evakuasi awak dan penumpang yang sakit.

Setelah proses tersebut selesai, kapal melanjutkan perjalanan menuju Kepulauan Canary dan diperkirakan tiba dalam tiga hari. Operator tur Oceanwide Expeditions menyatakan dua orang yang dievakuasi telah tiba di Belanda.

Sementara itu, satu penerbangan lainnya mengalami keterlambatan meski penumpangnya tetap dalam kondisi stabil. WHO menegaskan risiko kesehatan masyarakat secara umum masih rendah dan pihaknya terus memantau kondisi penumpang maupun awak kapal.

Sejauh ini, sepasang warga Belanda dan seorang warga Jerman yang berada di kapal dilaporkan meninggal dunia. Pemerintah Inggris juga bekerja sama dengan sejumlah negara untuk mendukung proses evakuasi dan pemulangan warga negaranya.

WHO menjelaskan hantavirus biasanya menular melalui kontak dengan hewan pengerat yang terinfeksi, sementara penularan antar manusia sangat jarang terjadi. Afrika Selatan telah mengidentifikasi 62 orang yang pernah melakukan kontak dengan penumpang kapal.

Argentina menduga pasangan Belanda yang meninggal tertular virus saat melakukan pengamatan burung di Ushuaia sebelum menaiki kapal. Sementara itu, Spanyol menerima kapal berdasarkan pertimbangan hukum internasional dan prinsip kemanusiaan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....