Presiden Prabowo Ajak Pemimpin ASEAN Percepat Diversifikasi Energi
- 08 Mei 2026 15:30 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- 1. Presiden Prabowo Subianto mengajak pemimpin ASEAN untuk mencari sumber energi ditengah ketidakpastian global akibat perang di Timur Tengah
- 2. Presiden Prabowo menyebut diversifikasi energi merupakan kebutuhan bukan pilihan
- 3. Indonesia telah mengambil langkah cepat untuk ketahanan energi sebagai upaya menyikapi perang di Timur Tengah
RRI.CO.ID, Filipina - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mendorong negara-negara ASEAN untuk mempercepat diversifikasi energi. Menurut Kepala Negara, ketegangan geopolitik dan gangguan berkepanjangan pada jalur-jalur utama global berdampak pada terganggunya pasokan energi, termasuk di ASEAN.
Presiden Prabowo mengatakan meningkatnya ketidakpastian global membuat ASEAN mengambil langkah untuk ketahanan energi. Penegasan itu disampaikan Presiden dalam sesi pleno Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-48 ASEAN di Mactan Expo, Cebu, Filipina.
“Gangguan berkepanjangan di sepanjang jalur global utama sudah memberikan tekanan yang sangat tinggi pada situasi energi negara kita . Tekanan itu tampaknya tidak akan mereda dalam waktu dekat,” kata Presiden Prabowo, Jumat, 8 Mei 2026.
Presiden mengatakan, ASEAN harus bersiap menghadapi potensi gangguan jangka panjang. Menurutnya, ketahanan energi kawasan tidak dapat dibangun secara reaktif, tetapi harus dipersiapkan secara proaktif.
“ASEAN harus siap menghadapi gangguan jangka panjang. Ketahanan kita harus dibangun secara proaktif dengan pendekatan yang jelas dan berorientasi ke masa depan,” tegasnya.
Kepala Negara juga mengingatkan bahwa diversifikasi energi kini bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan mendesak. Negara-negara ASEAN, menurut Presiden, harus bergerak lebih cepat untuk mencari sumber energi alternatif.
ASEAN harus memperkuat kesiapan menghadapi berbagai skenario global. ASEAN harus mempersiapkan energi baru terbarukan.
“Diversifikasi energi bukan lagi pilihan, ini sangat penting, ini perlu, kita harus bergerak lebih cepat. Kita harus melalui sumber alternatif dan kita harus mempersiapkan energi terbarukan,” lanjut Presiden.
Dalam forum tersebut, Presiden Prabowo mengatakan Indonesia telah mengambil langkah konkret untuk memperkuat ketahanan energi nasional. Seperti pengembangan sumber energi alternatif dan terbarukan, pemanfaatan bioenergi, peningkatan penggunaan kendaraan listrik, serta pembangunan program tenaga surya.
“Kita sedang mengembangkan alternatif, energi terbarukan, menggunakan bioenergi, juga meningkatkan penggunaan kendaraan listrik. Kita sedang membangun program energi surya 100 gigawatt yang sangat ambisius yang ingin kita selesaikan dalam tiga tahun,” ujarnya.
Presiden Prabowo berkomitmen memperkuat ketahanan energi kawasan, mendukung transisi menuju energi yang lebih bersih, mandiri, dan berkelanjutan. Presiden Prabowo mengajak ASEAN untuk memperkuat kerja sama dalam membangun arsitektur energi kawasan yang tangguh menghadapi dinamika global.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....