Iran Siapkan Layanan Pelabuhan untuk Kapal di Selat Hormuz

  • 07 Mei 2026 16:29 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Iran menyatakan pelabuhannya siap memberikan berbagai layanan kepada kapal yang beroperasi di Selat Hormuz di tengah meningkatnya ketegangan dengan Amerika Serikat.
  • Layanan tersebut mencakup pasokan kebutuhan kapal, bahan bakar, layanan kesehatan, hingga dukungan perawatan, yang diumumkan melalui jaringan komunikasi maritim dan disiarkan berkala selama tiga hari.
  • Ketegangan di Selat Hormuz meningkat akibat blokade AS dan konflik regional sejak Februari, meski sempat ada gencatan senjata yang dimediasi Pakistan namun belum menghasilkan kesepakatan jangka panjang.

RRI.CO.ID, Teheran — Iran menyatakan bahwa pelabuhannya siap memberikan layanan kepada kapal-kapal yang beroperasi di Selat Hormuz. Hal tersebut dilakukan di tengah meningkatnya ketegangan dengan Amerika Serikat.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Otoritas Pelabuhan dan Maritim Iran melalui pesan resmi. Pesan tersebut ditujukan kepada nakhoda kapal dagang di perairan regional, dilansir dari Anadolu, Kamis, 7 Mei 2026.

Dalam pesan tersebut, Iran menegaskan bahwa kapal yang melintas di perairan teritorial dapat memanfaatkan berbagai layanan jika diperlukan. Layanan tersebut dibuka untuk kapal yang melintas khususnya di wilayah Iran dan pelabuhannya.

Layanan tersebut mencakup pasokan kebutuhan kapal, bahan bakar, layanan kesehatan dan medis, serta penyediaan material perawatan. Otoritas Iran menyebutkan bahwa pesan tersebut akan disiarkan melalui jaringan komunikasi maritim dan sistem Very High Frequency (VHF).

Penyiaran tersebut dilakukan secara berkala sebanyak tiga kali sehari selama tiga hari berturut-turut. Informasi tersebut juga disampaikan melalui kantor berita resmi IRNA.

Langkah ini dilakukan di tengah meningkatnya ketegangan di Selat Hormuz, yang merupakan jalur penting perdagangan minyak dunia. Amerika Serikat diketahui telah memberlakukan blokade laut terhadap lalu lintas maritim Iran sejak 13 April.

Ketegangan meningkat setelah serangan yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada Februari, yang kemudian dibalas Teheran. Konflik tersebut turut mengganggu aktivitas pelayaran di kawasan strategis tersebut.

Gencatan senjata sempat diberlakukan pada 8 April melalui mediasi Pakistan, namun perundingan di Islamabad tidak menghasilkan kesepakatan jangka panjang. Gencatan senjata tersebut kemudian diperpanjang oleh Presiden AS Donald Trump tanpa batas waktu yang jelas.

Di tengah situasi yang masih tegang, Iran menegaskan kesiapan pelabuhannya untuk mendukung kapal-kapal yang melintas di kawasan tersebut. Hal ini dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga layanan maritim di wilayah strategis Selat Hormuz.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....