Iran Tinjau Proposal AS untuk Akhiri Perang, Negosiasi Dimediasi Pakistan
- 07 Mei 2026 14:50 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Iran mengonfirmasi sedang meninjau proposal Amerika Serikat untuk mengakhiri perang setelah menerima respons Washington atas usulan 14 poin dari Tehran.
- Iran menyebut penghentian perang menjadi prioritas utama, sementara isu program nuklir dan pengayaan uranium belum menjadi fokus utama negosiasi.
- Pakistan terus memediasi konflik AS-Iran yang telah memicu blokade Selat Hormuz dan menghasilkan gencatan senjata sementara, meski belum tercapai kesepakatan permanen.
RRI.CO.ID, Teheran - Iran mengonfirmasi sedang meninjau proposal Amerika Serikat untuk mengakhiri perang. Proposal tersebut muncul setelah Tehran menerima respons Washington atas usulan 14 poin yang sebelumnya diajukan Iran.
Melansir dari Anadolu, Kamis, 7 Mei 2026, pernyataan tersebut disampaikan juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei. Ia mengatakan proses peninjauan masih berlangsung dan hasilnya akan disampaikan melalui mediasi Pakistan setelah Iran mencapai kesimpulan resmi.
“Kami telah menerima respons dari pihak Amerika dan sedang meninjaunya. Kami pasti akan mengumumkan pandangan kami melalui mediasi Pakistan segera setelah mencapai kesimpulan,” kata Baqaei dalam konferensi pers yang dikutip kantor berita pemerintah IRNA.
Baqaei menuduh Washington mengajukan tuntutan yang berlebihan dan tidak masuk akal sehingga membuat proposal tersebut sulit ditinjau. Ia juga menegaskan bahwa berbagai laporan media mengenai negosiasi program nuklir Iran sebagian besar masih bersifat spekulatif.
Menurutnya, isu pengayaan uranium maupun material nuklir belum menjadi fokus utama pembicaraan saat ini. Iran menekankan bahwa prioritas utama mereka adalah penghentian perang secara penuh.
Sementara itu, keputusan mengenai langkah lanjutan terkait program nuklir Iran akan ditentukan kemudian. Tehran juga menyatakan arah kebijakan Iran di masa depan baru akan diputuskan setelah situasi konflik mereda.
Konflik bermula ketika Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari. Serangan tersebut memicu balasan dari Tehran terhadap Israel dan sejumlah sekutu AS di kawasan Teluk, sekaligus menyebabkan penutupan Selat Hormuz.
Sejak 13 April, AS memberlakukan blokade angkatan laut yang menargetkan lalu lintas maritim Iran di Selat Hormuz. Ketegangan kemudian mendorong Pakistan mengambil peran sebagai mediator untuk mendorong tercapainya gencatan senjata antara kedua pihak.
Upaya mediasi tersebut menghasilkan gencatan senjata selama dua minggu yang diumumkan pada 8 April. Setelah itu, pembicaraan langsung dilanjutkan di Islamabad pada 11 April.
Namun, negosiasi tersebut belum berhasil menghasilkan kesepakatan gencatan senjata permanen. Presiden AS Donald Trump kemudian memutuskan memperpanjang masa gencatan senjata tanpa menetapkan tenggat waktu baru atas permintaan Pakistan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....