Harga Minyak Turun Tajam di tengah Harapan Diplomasi AS-Iran

  • 07 Mei 2026 15:51 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Harga minyak dunia turun tajam pada Kamis seiring meningkatnya harapan kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran yang dinilai dapat meredakan ketegangan di Timur Tengah dan mengurangi risiko gangguan pasokan energi global.
  • Minyak Brent dan WTI masing-masing turun lebih dari 3 persen, dipengaruhi laporan pengiriman nota kesepahaman AS kepada Iran melalui Pakistan untuk membahas penghentian konflik dan pembukaan bertahap Selat Hormuz.
  • Meski Iran masih meninjau proposal dan isu nuklir belum dibahas tuntas, perubahan sikap AS dan sekutunya dipandang pasar sebagai pergeseran menuju diplomasi yang menekan harga minyak dunia.

RRI.CO.ID, Washington — Harga minyak dunia kembali melanjutkan penurunan tajam pada Kamis, 7 Mei 2026. Hal ini terjadi di tengah meningkatnya harapan tercapainya kesepakatan damai di Timur Tengah, dilansir dari Anadolu.

Kesepakatan tersebut dinilai dapat meredakan risiko gangguan pasokan energi global. Pasar juga menilai ketegangan di kawasan mulai mereda sehingga tekanan terhadap harga minyak berkurang.

Minyak mentah Brent tercatat turun sekitar 3,5 persen menjadi 97,5 dolar AS (Rp1,6 juta) per barel. Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) juga melemah lebih dari 3 persen ke level 92 dolar AS (Rp1,5 juta) per barel.

Penurunan ini dipengaruhi laporan bahwa Amerika Serikat telah mengirimkan nota kesepahaman satu halaman kepada Iran melalui perantara Pakistan. Dokumen tersebut disebut bertujuan untuk mengakhiri konflik secara resmi sekaligus membentuk kerangka pembukaan bertahap Selat Hormuz.

Iran dilaporkan masih meninjau proposal tersebut dan diperkirakan akan memberikan respons dalam beberapa hari ke depan. Namun, pembahasan lebih luas terkait program nuklir Iran disebut baru akan dilakukan pada tahap lanjutan negosiasi.

Presiden AS Donald Trump menyatakan kesepakatan tersebut belum final dan menilai masih terlalu dini untuk memastikan Iran akan menyetujuinya. Ia juga memperingatkan bahwa Amerika Serikat dapat kembali melancarkan aksi militer apabila Iran tidak mematuhi ketentuan yang disepakati.

Harga minyak juga tertekan oleh keputusan Washington yang sementara membatalkan rencana bantuan terhadap kapal komersial yang melintasi Selat Hormuz. Kebijakan tersebut muncul setelah salah satu sekutu AS di Teluk menangguhkan penggunaan pangkalan militer dan wilayah udaranya untuk operasi terkait.

Perubahan sikap ini dinilai pasar sebagai sinyal pergeseran dari pendekatan militer menuju diplomasi yang dapat meredakan ketegangan. Sebelumnya, konflik di kawasan tersebut telah mendorong kenaikan harga minyak secara signifikan akibat kekhawatiran gangguan pasokan global.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....