AS Hentikan sementara “Project Freedom”, Trump Fokus Kesepakatan Iran

  • 06 Mei 2026 13:35 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Presiden AS Donald Trump menghentikan sementara operasi Project Freedom di Selat Hormuz setelah ada kemajuan menuju potensi kesepakatan dengan Iran.
  • Media Iran menyebut langkah ini sebagai kemenangan, sementara AS tetap mempertahankan blokade pelabuhan Iran meski menekankan jalur damai sebagai prioritas.
  • Ketegangan di kawasan masih tinggi dengan ancaman terhadap gencatan senjata, namun Trump tetap optimistis kesepakatan damai dengan Iran dapat tercapai.

RRI.CO.ID, Washington — Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan penghentian sementara operasi Project Freedom. Operasi tersebut merupakan kegiatan pengawalan kapal di Selat Hormuz, dilansir dari BBC News, Rabu, 6 Mei 2026.

Penghentian ini disebut hanya berlangsung dalam jangka waktu singkat. Keputusan tersebut diambil berdasarkan kesepakatan bersama setelah adanya kemajuan menuju potensi kesepakatan dengan Iran.

Media Iran menilai langkah tersebut sebagai kemenangan dan menyebut AS mundur dari upaya sebelumnya untuk membuka kembali Selat Hormuz. Pengumuman ini muncul setelah Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menyatakan Operasi Epic Fury telah selesai dan mencapai tujuannya.

Operasi Epic Fury merupakan serangan dari Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran. Trump juga menyebut keputusan tersebut diambil atas permintaan Pakistan yang berperan sebagai mediator antara AS dan Iran.

Meski demikian, pemerintah AS menegaskan bahwa blokade terhadap pelabuhan Iran tetap diberlakukan sebagai bagian dari tekanan ekonomi terhadap Teheran. Keputusan ini mengejutkan sebagian pihak karena sebelumnya sejumlah pejabat AS menegaskan komitmen menjaga kebebasan navigasi dan perdagangan.

Namun, Washington kini menegaskan bahwa jalur damai tetap menjadi prioritas dan kesepakatan dengan Iran lebih diutamakan. Pemerintah AS juga menyatakan bahwa Project Freedom merupakan kebijakan terpisah dari blokade.

Operasi tersebut bertujuan memulihkan aliran minyak global melalui Selat Hormuz, jalur vital yang dilalui sekitar 20 persen pasokan energi dunia. Namun, situasi di kawasan masih memanas dengan meningkatnya serangan yang mengancam gencatan senjata antara AS dan Iran.

Ketua Parlemen Iran Mohammad Ghalibaf menyatakan tekanan dari AS tidak dapat diterima dan menegaskan negaranya akan tetap mempertahankan posisinya. Meski demikian, Trump menyatakan tetap optimistis bahwa kesepakatan damai dengan Iran masih mungkin dicapai.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....