Trump Akan Bertemu Xi Jinping, Bahas Isu Taiwan dan Timteng

  • 06 Mei 2026 13:08 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Menteri Luar Negeri Tiongkok Wang Yi mendesak AS menjaga stabilitas hubungan bilateral menjelang kunjungan Presiden Donald Trump ke Beijing pada pertengahan Mei 2026.
  • Isu Taiwan menjadi sorotan utama dan disebut sebagai titik risiko terbesar dalam hubungan kedua negara, di tengah penolakan Tiongkok terhadap dukungan militer dan politik AS.
  • Selain hubungan bilateral, pembicaraan juga menyinggung situasi Timur Tengah dan dampaknya pada harga minyak global, serta persiapan pertemuan Trump dengan Presiden Xi Jinping.

RRI.CO.ID, Washington — Menteri Luar Negeri Tiongkok Wang Yi mendesak Amerika Serikat untuk menjaga stabilitas hubungan bilateral. Permintaan tersebut diserukan di tengah dinamika global yang terus berkembang.

Pernyataan tersebut disampaikan menjelang rencana kunjungan Presiden AS Donald Trump ke Beijing pada pertengahan Mei. Dalam telepon dengan Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio, Wang menekankan pentingnya mempertahankan stabilitas yang telah dicapai kedua negara.

Ia menyebut hubungan Tiongkok dan AS saat ini relatif stabil, meski masih diwarnai sejumlah perbedaan mendasar. Salah satu isu utama yang menjadi sorotan adalah Taiwan, dilansir dari CNA dan AFP, Rabu, 6 Mei 2026.

Wang menegaskan bahwa Taiwan merupakan titik risiko terbesar dalam hubungan Tiongkok-AS karena menyangkut kepentingan inti Beijing. Tiongko mengklaim Taiwan sebagai bagian dari wilayahnya.

Negara tersebut juga menentang keras dukungan militer serta politik Amerika Serikat terhadap pulau tersebut di kancah internasional. Wang juga meminta Washington untuk menghormati komitmen yang telah disepakati.

Ia menekankan perlunya langkah yang tepat untuk memperkuat kerja sama bilateral dan menjaga perdamaian dunia. Wang menilai hubungan yang stabil antara kedua negara penting bagi stabilitas global.

Selain isu bilateral, pembicaraan tersebut turut membahas situasi di Timur Tengah. Tiongkok diketahui merupakan mitra penting Iran, meskipun dalam konflik terbaru yang melibatkan AS dan Israel, Beijing cenderung menjaga jarak.

Ketegangan di kawasan tersebut juga berdampak pada lonjakan harga minyak global. Pihak AS mengonfirmasi adanya komunikasi antara kedua pejabat tersebut.

Komunikasi itu juga bertujuan untuk mempersiapkan kunjungan Trump ke Tiongkok. Dalam agenda tersebut, Trump dijadwalkan bertemu Presiden Tiongkok Xi Jinping, yang dipandang sebagai momen penting dalam hubungan bilateral kedua negara.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....