Iran Ajukan Proposal 14 Poin ke AS untuk Akhiri Perang
- 05 Mei 2026 11:51 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Iran mengajukan respons 14 poin atas proposal Amerika Serikat untuk mengakhiri perang melalui mediasi Pakistan, sebagai jawaban atas proposal AS yang terdiri dari sembilan poin.
- Iran menolak usulan gencatan senjata dua bulan dan menginginkan penyelesaian konflik dalam 30 hari, dengan fokus pada penghentian perang secara permanen.
- Proposal Iran mencakup tuntutan seperti penarikan pasukan AS, pencabutan sanksi dan blokade, serta pengaturan Selat Hormuz, dengan Pakistan berperan sebagai mediator utama konflik.
RRI.CO.ID, Teheran — Iran dilaporkan telah mengajukan respons berisi 14 poin terhadap proposal Amerika Serikat untuk mengakhiri perang melalui perantara Pakistan. Informasi tersebut disampaikan oleh kantor berita semi-resmi Tasnim.
Laporan itu menyebut bahwa respons Iran merupakan jawaban atas proposal AS yang terdiri dari sembilan poin. Proposal tersebut berfokus pada upaya mengakhiri konflik secara menyeluruh, dilansir dari Anadolu, Selasa, 5 April 2026.
Dalam proposal sebelumnya, Amerika Serikat mengusulkan gencatan senjata selama dua bulan. Namun, Iran menilai jangka waktu tersebut terlalu lama dan mengusulkan agar penyelesaian konflik dilakukan dalam waktu 30 hari.
Teheran menegaskan bahwa solusi yang diinginkan bukan sekadar perpanjangan gencatan senjata, melainkan penghentian perang secara permanen. Lebih lanjut, proposal Iran mencakup berbagai tuntutan.
Tuntutan tersebut termasuk jaminan terhadap aksi militer, penghentian serangan, serta penarikan pasukan AS dari wilayah sekitar Iran. Selain itu, Iran juga meminta pencabutan blokade laut dan sanksi, pencairan aset yang dibekukan, serta pembayaran kompensasi.
Proposal tersebut juga mencakup penghentian permusuhan di berbagai wilayah, termasuk Lebanon. Selain itu, terdapat kerangka kerja terkait Selat Hormuz yang merupakan jalur vital bagi distribusi energi global.
Jalur tersebut diketahui masih terblokir sejak konflik dimulai pada 28 Februari. Pakistan disebut memainkan peran penting sebagai mediator dalam konflik ini.
Negara tersebut sebelumnya berhasil memediasi gencatan senjata pada awal April dan menyelenggarakan perundingan damai di Islamabad. Hingga kini, Pakistan berkomitmen untuk terus menjalankan perannya sebagai mediator sampai konflik benar-benar berakhir.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....