Gencatan Senjata Rapuh, Iran Peringatkan Potensi Konflik Baru dengan AS

  • 02 Mei 2026 16:23 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Pejabat militer Iran Mohammad Jafar Asadi menyatakan konflik baru dengan Amerika Serikat kemungkinan terjadi, dengan menuding AS tidak mematuhi komitmen internasional.
  • Ketegangan meningkat sejak serangan AS-Israel pada 28 Februari, memicu balasan Iran dan penutupan jalur strategis Selat Hormuz.
  • Gencatan senjata dimediasi Pakistan dan diperpanjang oleh Donald Trump, sementara Iran mengajukan proposal baru, namun keberhasilan negosiasi masih belum jelas.

RRI.CO.ID, Teheran — Seorang pejabat militer senior Iran, Mohammad Jafar Asadi, memperingatkan bahwa konflik baru antara Iran dan Amerika Serikat kemungkinan terjadi. Pernyataan tersebut disampaikan dalam laporan kantor berita semi-resmi Fars.

Melansir dari Anadolu, Sabtu, 2 Mei 2026, Asadi menilai bahwa Amerika Serikat tidak mematuhi komitmen maupun perjanjian internasional. Ia juga mengkritik pernyataan para pejabat Amerika Serikat yang dinilai lebih bersifat untuk konsumsi media.

Menurutnya, hal tersebut bertujuan untuk mencegah penurunan harga minyak serta menghindari tekanan yang dihadapi oleh pemerintah AS. Asadi menegaskan bahwa angkatan bersenjata Iran saat ini berada dalam kondisi siaga penuh untuk menghadapi kemungkinan konflik baru.

Ketegangan antara kedua negara sebelumnya meningkat sejak 28 Februari, ketika Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran. Serangan tersebut memicu respons balasan dari Teheran yang menargetkan sekutu AS di kawasan Teluk.

Konflik tersebut juga berdampak pada penutupan jalur strategis Selat Hormuz. Upaya meredakan konflik sempat dilakukan melalui gencatan senjata yang diumumkan pada 8 April dengan mediasi Pakistan.

Perundingan lanjutan kemudian digelar di Islamabad pada 11 hingga 12 April, namun tidak menghasilkan kesepakatan. Presiden Amerika Serikat Donald Trump kemudian memperpanjang gencatan senjata secara sepihak atas permintaan Pakistan.

Keputusan tersebut diambil untuk memberi waktu bagi proses negosiasi antara kedua pihak. Sementara itu, menurut kantor berita resmi Iran IRNA, Teheran telah mengajukan proposal baru kepada Pakistan.

Proposal tersebut bertujuan untuk melanjutkan negosiasi dengan Amerika Serikat guna mencapai kesepakatan damai. Meski demikian, hingga kini belum dapat dipastikan apakah upaya untuk menghidupkan kembali perundingan tersebut akan membuahkan hasil.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....