Trump Peringatkan Blokade Selat Hormuz Berbulan-bulan

  • 30 Apr 2026 14:31 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Presiden Donald Trump memperingatkan blokade Iran bisa berlangsung berbulan-bulan dan telah memicu lonjakan harga minyak global ke level tertinggi dalam empat tahun.
  • AS meningkatkan tekanan terhadap Iran melalui blokade laut, sementara opsi militer tetap dipertimbangkan di tengah kebuntuan diplomasi.
  • Konflik berdampak luas secara global, mulai dari gangguan pasokan energi hingga ancaman kemiskinan bagi lebih dari 30 juta orang.

RRI.COI.ID, Washington — Presiden AS Donald Trump memperingatkan bahwa blokade laut terhadap Iran dapat berlangsung selama berbulan-bulan, seiring meningkatnya ketegangan. Kebijakan tersebut telah mendorong lonjakan harga minyak global, dilansir dari AFP dan CNA, Kamis, 30 April 2026.

Harga Brent naik lebih dari 7 persen hingga mencapai level tertinggi dalam empat tahun. Di tengah situasi ini, Amerika Serikat juga mempertimbangkan opsi militer tambahan terhadap Iran.

Trump dijadwalkan menerima pengarahan dari Komandan Komando Pusat AS Brad Cooper terkait rencana tersebut. Upaya diplomasi antara AS dan Iran hingga kini masih mengalami kebuntuan.

Trump bahkan telah berbicara dengan Presiden Rusia Vladimir Putin, yang memperingatkan potensi konsekuensi serius jika konflik terus berlanjut. Trump menilai blokade terhadap pelabuhan Iran lebih efektif dibandingkan pengeboman.

Sejauh ini, Amerika Serikat telah mengalihkan puluhan kapal yang mencoba melanggar blokade. Akibatnya, sekitar 69 juta barel minyak Iran tidak dapat dijual dengan nilai lebih dari 6 miliar dolar AS (Rp104,1 triliun).

Di sisi lain, Iran berupaya membalas tekanan tersebut dengan mengendalikan Selat Hormuz. Pejabat tinggi AS, termasuk Wakil Presiden JD Vance, bahkan membatalkan misi diplomatik terkait Iran.

Selain itu, pemerintah AS mengaku belum yakin siapa yang mewakili Iran dalam proses negosiasi. Dampak konflik juga meluas secara global.

Program Pembangunan PBB memperingatkan lebih dari 30 juta orang berisiko jatuh ke dalam kemiskinan akibat perang ini. Sementara itu, mata uang Iran terus melemah dan warga merasakan tekanan ekonomi yang semakin berat.

Iran telah mengusulkan pelonggaran kontrol atas Selat Hormuz sebagai bagian dari solusi, namun Amerika Serikat masih meragukan proposal tersebut. Di kawasan lain, konflik juga berdampak ke Lebanon, di mana jutaan warga diperkirakan menghadapi ancaman krisis pangan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....