Trump Rencanakan Blokade Jangka Panjang Iran di tengah Mandeknya Perundingan

  • 29 Apr 2026 15:46 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Presiden AS Donald Trump merencanakan blokade jangka panjang terhadap Iran untuk menekan ekonomi dan ekspor minyak di tengah mandeknya perundingan.
  • Blokade dinilai sebagai opsi berisiko tinggi namun lebih aman dibandingkan pengeboman atau mundur dari konflik, dengan tuntutan Iran menghentikan pengayaan nuklir selama 20 tahun serta membuka kembali Selat Hormuz.
  • Meski AS mengklaim telah mencapai tujuan militer, sejumlah pejabat menilai konflik berpotensi berakhir tanpa kesepakatan maupun kelanjutan perang, mencerminkan ketidakpastian penyelesaian krisis.

RRI.CO.ID, Washington — Presiden Amerika Serikat Donald Trump merencanakan penerapan blokade jangka panjang terhadap Iran. Langkah ini diambil di tengah gencatan senjata yang masih berlangsung serta mandeknya perundingan antara kedua pihak.

Laporan ini disampaikan oleh The Wall Street Journal yang mengutip sejumlah pejabat AS. Dalam pertemuan bersama pejabat keamanan tingkat tinggi, Donald Trump menginstruksikan pemerintahannya menyiapkan langkah untuk terus menekan ekonomi Iran.

Strategi tersebut difokuskan pada pembatasan ekspor minyak dengan mencegah pengiriman ke dan dari pelabuhan negara tersebut. Donald Trump menilai blokade sebagai opsi berisiko tinggi, dilansir dari Xinhua, Rabu, 29 April 2026.

Namun, langkah tersebut dianggap lebih aman dibandingkan melanjutkan pengeboman atau menarik diri dari konflik. Ia juga tetap mempertahankan tuntutannya agar Iran menghentikan pengayaan nuklir selama 20 tahun serta menerima pembatasan lanjutan setelahnya.

Presiden AS tersebut menilai tawaran Iran tidak mencerminkan itikad baik dalam negosiasi. Tawaran tersebut mencakup pembukaan kembali Selat Hormuz serta penundaan pembicaraan nuklir ke tahap berikutnya.

Sementara itu, juru bicara Gedung Putih Anna Kelly menyatakan bahwa Amerika Serikat telah mencapai tujuan militernya dalam konflik tersebut. Ia menegaskan bahwa blokade terhadap pelabuhan Iran memberikan pengaruh maksimal bagi Washington dalam upaya mencegah Teheran memperoleh senjata nuklir.

Sejumlah pejabat AS menilai konflik yang telah berlangsung selama beberapa pekan ini berpotensi berakhir tanpa kesepakatan nuklir maupun kelanjutan perang. Kondisi ini mencerminkan ketidakpastian arah penyelesaian krisis yang masih berlangsung.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....