Indonesia Dorong Uni Eropa Perkuat Kerja Sama dengan ASEAN
- 29 Apr 2026 21:12 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Kemitraan ASEAN dan Uni Eropa semakin strategis di tengah kondisi dunia yang semakin tidak menentu.
- Wamenlu RI turut mengharapkan Uni Eropa dapat memainkan peran konstruktif di tengah situasi geopolitik dan geoekonomi saat ini.
- Pertemuan Tingkat Menteri ASEAN-Uni Eropa Ke-25 dipimpin bersama oleh Menlu II Brunei Darussalam dan High Representative Uni Eropa.
RRI.CO.ID, Bandar Seri Begawan - Kemitraan ASEAN dan Uni Eropa semakin strategis di tengah kondisi dunia yang semakin tidak menentu. Hal ini disampaikan oleh Wakil Menteri Luar Negeri RI, Arrmanatha C. Nasir pada Pertemuan Tingkat Menteri ASEAN-Uni Eropa ke-25 di Bandar Seri Begawan, Brunei Darussalam, Selasa, 28 April 2026.
Pada kesempatan itu Wamenlu RI turut mengharapkan Uni Eropa dapat memainkan peran konstruktif di tengah situasi geopolitik dan geoekonomi saat ini. “Untuk itu, Uni Eropa harus bekerja sama dengan ASEAN dan negara Global South lainnya untuk mempertahankan sistem internasional yang terbuka, adil dan stabil,” ujar Wamenlu Tata menekankan.
Wamenlu Tata menilai, kemitraan ASEAN dan Uni Eropa harus bisa dirasakan langsung oleh masyarakat dan pelaku bisnis. Serta, dapat diandalkan oleh pasar.
“Kemitraan ASEAN dan Uni Eropa bukan sekadar simbol. Manfaatnya harus bisa dirasakan langsung oleh masyarakat dan pelaku bisnis, serta dapat diandalkan oleh pasar. Untuk itu, kita perlu mendorong terwujudnya Comprehensive Economic Partnership Agreement antara ASEAN dan EU,” ucapnya menegaskan.
Wamenlu RI juga menyoroti pentingnya reformasi sistem multilateral. Ia juga mendorong kolaborasi ASEAN dan Uni Eropa dalam mewujudkan tata kelola global yang lebih inklusif, efektif dan responsif terhadap realita dunia saat ini.
Adapun, pertemuan Tingkat Menteri ASEAN-Uni Eropa Ke-25 dipimpin bersama oleh Menlu II Brunei Darussalam dan High Representative Uni Eropa. Pertemuan membahas upaya memperkuat kemitraan strategis yang setara dan saling menguntungkan antara kedua kawasan.
Kemitraan ASEAN-Uni Eropa akan memasuki usia 50 tahun pada tahun 2027. Pertemuan juga dimanfaatkan untuk saling bertukar pandangan terkait isu-isu kawasan dan global.
Pertemuan dihadiri sejumlah Menlu dan Wakil Menlu negara ASEAN dan Uni Eropa. Mereka mengangkat mengenai pentingnya multilateralisme dan penghormatan terhadap hukum internasional.
Kerja sama energi, pangan, konektivitas, transformasi digital, maritim, dan perdagangan menjadi bidang-bidang kerja sama yang menonjol sebagai prioritas. Pertemuan ditutup dengan adopsi Statement Bersama Menlu ASEAN-Uni Eropa.
Kemitraan ASEAN dan Uni Eropa telah terjalin sejak tahun 1977 dan memiliki potensi strategis yang besar. Khususnya, dalam membentuk tatanan global yang lebih stabil, inklusif, dan berkelanjutan.
Sementara. Wamenlu RI telah melakukan pertemuan kehormatan dengan Menlu Brunei Darussalam dan High Representative Uni Eropa di sela-sela acara. Serta, pertemuan bilateral lainnya dengan Wamenlu Austria, Polandia, Portugal, dan Jerman.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....