Iran Syaratkan Akhiri Blokade Hormuz untuk Lanjutkan Perundingan dengan AS

  • 22 Apr 2026 16:03 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Iran menyatakan kelanjutan perundingan dengan Amerika Serikat bergantung pada penghentian blokade di Selat Hormuz, dengan Duta Besar Iran untuk PBB Amir Saeid Iravani menyebut ada sinyal positif dari Washington.
  • Iran menegaskan kesiapan untuk solusi politik, tetapi juga memperingatkan kesiapan menghadapi perang jika diperlukan, sementara putaran lanjutan direncanakan di Islamabad bila syarat terpenuhi.
  • Meski demikian, Iran memutuskan tidak menghadiri perundingan di Islamabad karena menilai AS melanggar komitmen dan mengajukan tuntutan di luar kerangka awal, sehingga menimbulkan kebuntuan negosiasi.

RRI.CO.ID, Teheran — Kelanjutan perundingan dengan Amerika Serikat bergantung pada penghentian blokade di Selat Hormuz. Hal tersebut disampaikan pada Duta Besar Iran untuk PBB Amir Saeid Iravani, dilansir dari Iran International, Rabu, 22 April 2026.

Ia menyebut Teheran telah menerima sinyal bahwa Washington kemungkinan siap mengakhiri blokade tersebut. Menurut Iravani, jika blokade dihentikan, putaran berikutnya perundingan akan dilanjutkan di Islamabad.

Pernyataan tersebut disampaikan di markas Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan dilaporkan oleh BBC. Ia menegaskan bahwa Iran siap menempuh solusi politik, namun juga siap menghadapi perang jika diperlukan.

Di sisi lain, Iran memutuskan tidak akan menghadiri perundingan yang dijadwalkan berlangsung di Islamabad. Keputusan ini dilaporkan oleh Kantor Berita Tasnim yang berafiliasi dengan Garda Revolusi Iran (IRGC).

Kantor berita tersebut menyebut bahwa saat ini tidak ada prospek partisipasi dari pihak Teheran. Iran menyampaikan keputusan tersebut kepada Amerika Serikat melalui Pakistan yang bertindak sebagai mediator.

Tasnim menyebut alasan utama penolakan adalah dugaan pelanggaran komitmen oleh Amerika Serikat dalam proses negosiasi. Sebelumnya, Iran telah menyetujui kerangka 10 poin serta gencatan senjata yang dimediasi Pakistan.

Namun, Teheran menilai sikap Washington bertentangan dengan kesepakatan awal. Tuntutan tambahan di luar kerangka awal juga dinilai menciptakan hambatan dan kebuntuan dalam perundingan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....