Trump Kirim Utusan ke Pakistan, Bahas Perang Iran
- 25 Apr 2026 16:04 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Donald Trump mengirim Steve Witkoff dan Jared Kushner ke Pakistan untuk melanjutkan negosiasi dengan Iran guna mengakhiri perang yang telah berlangsung hampir delapan minggu.
- Pembahasan mencakup isu strategis seperti Selat Hormuz, program nuklir Iran, serta usulan pengurangan cadangan uranium sebagai imbalan pencabutan sanksi dengan kemungkinan keterlibatan Tiongkok dan Rusia.
- Negosiasi kini juga fokus pada penghentian konflik secara menyeluruh, di tengah tuntutan jaminan non-agresi dari Iran dan sikap AS yang tetap melanjutkan blokade serta mempertahankan kesiapan militer.
RRI.CO.ID, Teheran — Donald Trump mengirim utusan ke Pakistan untuk melanjutkan negosiasi dengan Iran. Negosiasi tersebut terkait upaya mengakhiri perang yang telah berlangsung hampir delapan minggu, dilansir dari The Guardian, Sabtu, 25 April 2026.
Utusan tersebut adalah Steve Witkoff dan Jared Kushner, yang dijadwalkan bertemu Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, di Islamabad. Gedung Putih menyatakan harapan agar pertemuan ini dapat menghasilkan kemajuan menuju kesepakatan damai.
Dalam upaya tersebut, Abbas Araghchi juga melakukan tur diplomatik ke sejumlah negara, termasuk Pakistan, Rusia, dan Oman. Langkah ini bertujuan mencari peluang untuk membuka kembali perundingan.
Sejumlah isu strategis menjadi fokus pembahasan, termasuk situasi di Selat Hormuz yang menjadi jalur vital energi dunia. Amerika Serikat menuntut penghentian program nuklir Iran, sementara Teheran meminta pencabutan sanksi sebagai bagian dari kesepakatan.
Salah satu gagasan yang mencuat adalah pengurangan bertahap cadangan uranium Iran sebagai imbalan pencabutan sanksi. Rencana ini juga mencakup kemungkinan melibatkan Tiongkok sebagai penjamin serta Rusia untuk membantu pengelolaan atau penyimpanan stok uranium tersebut.
Dalam perkembangan terbaru, fokus negosiasi tidak lagi semata pada isu nuklir, tetapi juga pada upaya mengakhiri konflik secara menyeluruh. Iran menuntut jaminan non-agresi, sementara Israel belum terlibat dalam proses perundingan tersebut.
Amerika Serikat menegaskan tidak terburu-buru mencapai kesepakatan dan tetap melanjutkan blokade terhadap Iran, termasuk menghentikan sejumlah kapal. Ketegangan di kawasan masih tinggi, militer AS tetap dalam kondisi siaga penuh menunggu perkembangan lebih lanjut dari hasil perundingan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....