Trump Perpanjang Gencatan Senjata Israel–Lebanon Tiga Minggu
- 24 Apr 2026 14:12 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Presiden Donald Trump memperpanjang gencatan senjata Israel–Lebanon selama tiga minggu usai pembicaraan di Washington, dengan tujuan menghentikan lebih dari tujuh minggu pertempuran.
- Meski ada upaya diplomasi, situasi di lapangan masih tegang karena kedua pihak saling menuduh melanggar gencatan senjata, di tengah eskalasi konflik yang melibatkan serangan roket, drone, dan operasi militer.
- Konflik telah menyebabkan ribuan korban jiwa dan lebih dari satu juta warga Lebanon mengungsi, sementara tekanan internasional meningkat agar Hezbollah melucuti senjatanya.
RRI.CO.ID, Washington — Presiden Donald Trump menyatakan gencatan senjata antara Israel dan Lebanon diperpanjang selama tiga minggu setelah pembicaraan di Washington. Trump menyebut pertemuan tersebut berjalan sangat baik dan menegaskan Amerika Serikat akan membantu Lebanon dalam menghadapi Hezbollah.
Melansir dari BBC News, gencatan senjata tersebut sebelumnya dijadwalkan berakhir pada Minggu, 26 April 2026. Kesepakatan itu bertujuan menghentikan lebih dari tujuh minggu pertempuran antara Israel dan kelompok yang didukung Iran.
Trump juga mengatakan Presiden Lebanon Joseph Aoun dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu akan mengunjungi Gedung Putih. Kunjungan tersebut disebut akan dilaksanakan beberapa minggu ke depan.
Ia menilai situasi di Lebanon perlu segera ditata ulang. Trump juga berharap penyelesaian konflik dapat berjalan seiring dengan upaya yang juga dilakukan terkait Iran.
Meski demikian, situasi di lapangan masih tegang karena kedua pihak saling menuduh melanggar kesepakatan gencatan senjata. Pertemuan di Washington sendiri menjadi kontak langsung tingkat tinggi pertama antara kedua negara dalam tiga dekade terakhir.
Konflik terbaru meningkat setelah serangan terhadap Iran yang memicu balasan dari Hezbollah berupa roket dan drone ke Israel. Serangan tersebut kemudian dibalas dengan serangan udara dan pengerahan pasukan darat ke Lebanon.
Sejak eskalasi terbaru, ribuan orang dilaporkan tewas dan lebih dari satu juta warga Lebanon mengungsi akibat pertempuran. Hingga kini, tekanan internasional terus meningkat agar Hezbollah melucuti senjatanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....