Ketegangan Meningkat, Trump Perintahkan Tindakan Militer di Selat Hormuz
- 24 Apr 2026 12:38 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Presiden Donald Trump memerintahkan militer AS untuk menembak kapal kecil Iran di Selat Hormuz yang diduga memasang ranjau, serta meningkatkan operasi penyapuan ranjau.
- Ketegangan AS–Iran meningkat setelah penyitaan kapal tanker dan perselisihan soal blokade pelabuhan, dengan kedua pihak tetap bersikukuh pada syarat masing-masing dalam rencana perundingan yang belum terlaksana di Islamabad.
- Amerika Serikat mengerahkan tiga kapal induk di kawasan tersebut, sementara Trump tetap membuka peluang diplomasi namun mengancam opsi militer jika kesepakatan tidak tercapai.
RRI.CO.ID, Washington — Presiden Donald Trump memerintahkan militer Amerika Serikat untuk menembak kapal-kapal kecil Iran di Selat Hormuz. Kapal tersebut diduga memasang ranjau di jalur pelayaran strategis tersebut, dilansir dari AP News, Jumat, 24 April 2026.
Ia menyampaikan perintah itu melalui media sosial dan menegaskan langkah tersebut bertujuan menjaga keamanan Selat Hormuz. Selat tersebut merupakan jalur penting karena sekitar 20 persen perdagangan minyak dan gas dunia melewatinya.
“Saya telah memerintahkan Angkatan Laut Amerika Serikat untuk menembak dan membunuh kapal apa pun, meskipun kapal kecil sekalipun… yang memasang ranjau di perairan Selat Hormuz,” tulis Trump.
Trump juga menyebut kapal penyapu ranjau AS beroperasi di kawasan itu dan memerintahkan peningkatan operasi hingga tiga kali lipat. Ketegangan kedua negara semakin meningkat setelah AS menyita sebuah kapal tanker yang diduga terkait penyelundupan minyak Iran.
Di sisi lain, AS dan Iran masih berselisih terkait blokade pelabuhan, dengan Iran menolak bernegosiasi sebelum blokade dicabut. Sementara itu, AS menuntut Selat Hormuz dibuka untuk lalu lintas internasional.
Upaya perundingan di Islamabad belum terlaksana karena perbedaan sikap kedua pihak. Trump juga memperpanjang gencatan senjata untuk memberi waktu bagi Iran mengajukan proposal perdamaian.
Sementara itu, Trump menyatakan bahwa konflik tidak perlu diselesaikan secara tergesa-gesa. Namun, ia mengancam akan menggunakan opsi militer jika kesepakatan tidak tercapai.
Amerika Serikat juga telah mengerahkan tiga kapal induk di kawasan tersebut. Ancaman terhadap pelayaran di Selat Hormuz terus berlanjut akibat meningkatnya ketegangan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....