Trump Perpanjang Gencatan Senjata, Iran Tolak Syarat Perundingan

  • 22 Apr 2026 13:38 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Iran menolak syarat perundingan dari AS dan tidak mengakui perpanjangan gencatan senjata sepihak oleh Donald Trump.
  • Teheran memperingatkan kemungkinan respons militer, sementara pejabat Iran menilai kebijakan AS—termasuk blokade laut—sebagai tindakan agresif dan tidak dapat diterima.
  • Iran memutuskan memboikot pembicaraan lanjutan di Islamabad, dengan isu blokade di Selat Hormuz menjadi alasan utama kegagalan negosiasi.

RRI.CO.ID, Teheran — Iran menolak syarat yang diajukan Amerika Serikat untuk perundingan, sementara Presiden AS Donald Trump memperpanjang gencatan senjata secara sepihak. Keputusan tersebut disebut diambil atas permintaan kepala angkatan darat Pakistan dan dilaporkan oleh kantor penyiar negara IRIB.

Pemerintah Iran menilai syarat dari AS tidak dapat diterima dan menolak mengakui perpanjangan gencatan senjata tersebut. Teheran menyatakan akan bertindak sesuai kepentingan nasionalnya, dilansir dari Iran International dan Chosun Daily, Rabu, 22 April 2026.

Iran juga memperingatkan kemungkinan respons militer atas langkah yang diambil Washington. Penasihat parlemen Iran Mahdi Mohammadi mengkritik kebijakan Trump dengan menyebut perpanjangan gencatan senjata tidak bermakna.

Ia menilai pihak yang kalah tidak berhak menetapkan syarat dan menyamakan blokade laut dengan tindakan pemboman yang memerlukan respons militer. Ia juga menuding langkah AS sebagai upaya menunda waktu untuk mempersiapkan serangan mendadak.

Selain itu, Mohammadi juga menegaskan bahwa Iran harus mengambil inisiatif. Di sisi lain, tim negosiasi Iran memutuskan tidak akan berpartisipasi dalam pembicaraan lanjutan yang dijadwalkan berlangsung di Islamabad, Pakistan.

Keputusan tersebut disampaikan melalui Pakistan sebagai mediator, sebagaimana dilaporkan Kantor Berita Tasnim. Iran menilai bahwa perundingan dalam kondisi saat ini hanya membuang waktu karena tidak ada peluang mencapai kesepakatan yang adil.

Teheran juga menuduh AS menghambat proses negosiasi dan menolak jalur perundingan yang ditawarkan Washington. Selain itu, tuntutan AS dianggap melebihi kerangka awal kesepakatan.

Isu blokade di Selat Hormuz turut menjadi sorotan utama. Iran menilai respons AS terhadap jalur pelayaran tersebut bersifat bermusuhan dan menjadi alasan utama untuk memboikot pembicaraan.

Sebelumnya, Trump menyatakan bahwa Iran gagal menyusun proposal yang terpadu dalam perundingan. Ia menegaskan bahwa gencatan senjata akan tetap diperpanjang hingga syarat untuk negosiasi dapat terpenuhi.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....