Presiden Lebanon Dorong Perjanjian Permanen dengan Israel

  • 18 Apr 2026 15:55 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Presiden Lebanon Joseph Aoun menegaskan negaranya tidak lagi menjadi alat atau arena konflik pihak lain serta berkomitmen menjaga kedaulatan dan kebebasan nasional.
  • Gencatan senjata 10 hari dengan Israel menjadi titik awal transisi menuju perjanjian permanen setelah konflik yang menewaskan lebih dari 2.200 orang dan menyebabkan lebih dari satu juta warga mengungsi.
  • Pemerintah Lebanon menargetkan penghentian agresi Israel, penarikan pasukan dari wilayahnya, serta pemulihan kontrol penuh negara tanpa mengorbankan wilayah atau kedaulatan.

RRI.CO.ID, Beirut - Presiden Lebanon Joseph Aoun menyampaikan komitmennya untuk menjaga kedaulatan dan kebebasan Lebanon. Ia juga menegaskan bahwa negaranya tidak akan lagi menjadi arena perang bagi kepentingan pihak mana pun.

Melansir dari Al Jazeera, Sabtu, 18 April 2026, pernyataan tersebut disampaikan dalam pidato yang disiarkan melalui televisi. Dalam pidatonya, Aoun menekankan bahwa Lebanon tidak akan kembali menjadi alat dalam konflik asing.

Pidato ini disampaikan sehari setelah diumumkannya gencatan senjata selama 10 hari antara Lebanon dan Israel. Gencatan senjata tersebut memberikan jeda dari serangan Israel yang dimulai sejak 2 Maret.

Konflik yang berlangsung telah menyebabkan lebih dari 2.200 orang meninggal dan memaksa lebih dari satu juta warga mengungsi. Aoun menyatakan bahwa Lebanon kini memasuki fase transisi dari upaya mencapai gencatan senjata menuju perundingan perjanjian permanen.

Ia menegaskan bahwa perjanjian tersebut harus melindungi hak-hak rakyat, menjaga persatuan wilayah, serta memperkuat kedaulatan negara. Dalam kesempatan itu, Aoun juga menyampaikan terima kasih kepada pihak-pihak yang berperan dalam meredakan konflik.

Lebih lanjut, Aoun menegaskan bahwa setiap perjanjian yang akan dicapai tidak akan mengorbankan wilayah Lebanon. Ia juga menekankan, proses negosiasi bukanlah bentuk kelemahan atau konsesi, melainkan langkah strategis untuk mencapai perdamaian yang berkelanjutan.

Gencatan senjata ini diumumkan setelah Lebanon dan Israel melakukan pembicaraan langsung pertama mereka dalam beberapa dekade di Washington. Namun, langkah tersebut menuai kritik dari sebagian masyarakat Lebanon yang meragukan efektivitasnya.

Aoun menegaskan bahwa tujuan utama pemerintahannya adalah menghentikan agresi Israel. Selain itu juga memastikan penarikan pasukan Israel dari wilayah Lebanon, serta memperluas kendali negara atas seluruh wilayahnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....