Lebanon dan Israel Gelar Pembicaraan di AS, Bahas Perpanjangan Gencatan Senjata
- 23 Apr 2026 15:04 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Lebanon dan Israel kembali menggelar pembicaraan di Washington untuk membahas perpanjangan gencatan senjata yang akan segera berakhir.
- Lebanon mengajukan perpanjangan satu bulan serta menuntut penghentian serangan Israel dan komitmen penuh terhadap gencatan senjata.
- Meski pembicaraan berlangsung, situasi di lapangan masih memanas dengan serangan yang menewaskan korban, sehingga diplomasi diharapkan meredakan konflik.
RRI.CO.ID, Washington — Lebanon dan Israel kembali menggelar pembicaraan di Washington pada Kamis, 23 April 2026. Pembicaraan ini digelar dengan fokus utama membahas perpanjangan gencatan senjata, dilansir dari Reuters dan CNA.
Dalam pertemuan tersebut, Lebanon berencana mengajukan permintaan perpanjangan gencatan senjata selama satu bulan. Masa berlaku gencatan senjata saat ini akan segera berakhir dalam beberapa hari ke depan.
Kedua negara sendiri telah berada dalam kondisi konflik selama beberapa dekade. Sebelumnya, Lebanon dan Israel telah mengadakan pertemuan pada 14 April, yang menjadi pertemuan pertama sejak 1993.
Pertemuan itu bertujuan mengakhiri konflik yang telah berlangsung lebih dari enam minggu antara Israel dan Hizbullah. Amerika Serikat kemudian mengumumkan gencatan senjata selama 10 hari yang dijadwalkan berakhir pada Minggu, 26 April 2026.
Namun, situasi di lapangan masih memanas. Serangan Israel terus berlangsung dan telah menewaskan sedikitnya lima orang dalam serangan terbaru, termasuk seorang jurnalis.
Amerika Serikat kembali memfasilitasi pembicaraan dengan melibatkan Menteri Luar Negeri Marco Rubio serta para duta besar dari kedua negara. Dalam pertemuan tersebut, Lebanon juga menuntut penghentian serangan Israel serta komitmen penuh terhadap gencatan senjata.
Presiden Lebanon Joseph Aoun turut menyatakan dukungan terhadap upaya perpanjangan gencatan senjata. Langkah ini diharapkan dapat membuka jalan bagi negosiasi lebih lanjut dan meredakan konflik yang masih berlangsung di kawasan tersebut.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....