Sekjen PBB Sambut Baik Gencatan Senjata Israel dan Lebanon

  • 17 Apr 2026 20:10 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Sekjen PBB Antonio Guterres menyambut gencatan senjata 10 hari Israel–Lebanon dan menegaskan dukungan untuk mengakhiri konflik serta melindungi warga sipil.
  • PBB mendorong implementasi Resolusi DK PBB 1701 dan berharap gencatan menjadi awal negosiasi menuju solusi jangka panjang.
  • Semua pihak diminta mematuhi hukum internasional, sementara kesepakatan yang diumumkan AS diharapkan membantu stabilitas kawasan Timur Tengah.

RRI.CO.ID, Jenewa - Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Antonio Guterres, menyambut baik pengumuman gencatan senjata selama 10 hari antara Israel dan Lebanon. Pernyataan tersebut disampaikan melalui juru bicaranya, Stephane Dujarric, pada Kamis, 16 April 2026, dilansir dari Xinhua.

Guterres menegaskan dukungan PBB terhadap semua upaya untuk mengakhiri permusuhan. Ia juga menegaskan dukungan untuk mengurangi penderitaan warga sipil di kedua sisi Blue Line.

Blue LIne merupakan garis batas antara Lebanon dan Israel yang ditetapkan PBB pada tahun 2000. Ia berharap gencatan senjata ini dapat menjadi langkah awal menuju proses negosiasi yang lebih luas.

Ia juga berharap gencatan senjata ini mendorong implementasi penuh Resolusi Dewan Keamanan PBB 1701. Resolusi tersebut sebagai bagian dari upaya mencapai solusi jangka panjang atas konflik yang terjadi di kawasan tersebut.

Lebih lanjut, Guterres mendesak semua pihak yang terlibat untuk sepenuhnya menghormati gencatan senjata. Ia juga mendesak semua pihak mematuhi kewajiban berdasarkan hukum internasional, termasuk hukum humaniter internasional, setiap saat.

Selain itu, Guterres menekankan pentingnya komitmen bersama untuk mewujudkan perdamaian yang langgeng dan menyeluruh di kawasan. Gencatan ini mulai berlaku pada tengah malam antara Kamis, 16 April 2026 dan Jumat, 17 April 2026 waktu setempat.

Gencatan senjata antara kedua negara ini diumumkan oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Langkah ini diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap upaya stabilisasi kawasan Timur Tengah yang selama ini dilanda konflik.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....