Biaya Jalur Cepat Terusan Panama Melonjak di tengah Blokade Selat Hormuz
- 22 Apr 2026 15:23 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Biaya jalur cepat di Terusan Panama melonjak hingga 4 juta dolar AS akibat lonjakan permintaan di tengah blokade Selat Hormuz yang mengganggu jalur pelayaran global.
- Kepadatan kapal meningkat dengan waktu tunggu hingga 3,5 hari, mendorong perusahaan pelayaran membayar biaya tinggi untuk mempercepat pengiriman melalui sistem lelang.
- Lonjakan permintaan, terutama dari negara-negara Asia yang mencari energi alternatif dari AS, memperparah kemacetan, sementara otoritas kanal menyebut kenaikan biaya bersifat sementara dan dipengaruhi kondisi pasar global.
RRI.CO.ID, Panama — Biaya jalur cepat di Terusan Panama melonjak hingga 4 juta dolar AS (Rp68,7 miliar). Kenaikan harga tersebut terjadi di tengah blokade Selat Hormuz yang mengganggu jalur pelayaran global.
Gangguan ini dipicu oleh perang Iran, yang membuat salah satu jalur perdagangan paling penting di dunia tidak berfungsi normal. Akibat kondisi tersebut, banyak perusahaan pelayaran mencari rute alternatif untuk menjaga kelancaran distribusi barang.
Terusan Panama pun menjadi pilihan utama, sehingga kapal dari berbagai negara berbondong-bondong beralih ke jalur tersebut. Lonjakan ini menyebabkan kepadatan tinggi, dilansir dari AFP dan The Chosun Daily, Rabu, 22 April 2026.
Waktu tunggu mencapai 3,5 hari hanya untuk memasuki kanal sepanjang sekitar 82 kilometer yang menghubungkan Samudra Atlantik dan Pasifik. Persaingan antar perusahaan pelayaran pun semakin ketat, terutama untuk mempercepat waktu pengiriman.
Hal ini mendorong kenaikan drastis biaya tambahan jalur cepat, yang memungkinkan kapal melewati antrean. Sebuah kapal pengangkut LPG dilaporkan membayar hingga 4 juta dolar AS melalui sistem Lelang.
Harga tersebut meningkat empat kali lipat dibandingkan awal bulan sebelumnya. Biaya jalur cepat tersebut merupakan tambahan di luar tarif normal yang berkisar ratusan ribu dolar AS.
Lonjakan harga ini dipicu oleh meningkatnya permintaan. Negara-negara Asia mulai mencari pasokan energi alternatif dari Amerika Serikat akibat terganggunya pasokan dari Timur Tengah.
Peningkatan volume pengiriman dari Amerika Serikat turut memperparah kemacetan di Terusan Panama. Kondisi tersebut membuat antrean kapal di Terusan Panama semakin panjang.
Menanggapi hal tersebut, Otoritas Terusan Panama menyatakan lonjakan biaya mencerminkan kondisi pasar yang bersifat sementara. Mereka juga menyebutkan bahwa biaya dipengaruhi oleh tingkat urgensi pelanggan serta dinamika permintaan global.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....