Trump Perpanjang Gencatan Senjata Iran, Selat Hormuz Masih Diblokade

  • 22 Apr 2026 13:13 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Presiden AS Donald Trump memperpanjang gencatan senjata dengan Iran tanpa batas waktu untuk membuka peluang perundingan damai, meski belum ada kepastian persetujuan dari Iran dan Israel.
  • Meski ada gencatan senjata, AS tetap melanjutkan blokade laut terhadap Iran yang dianggap sebagai tindakan perang, sementara respons Iran cenderung skeptis dan menolak klaim tersebut.
  • Konflik yang telah menewaskan ribuan orang ini memicu ketidakstabilan global, termasuk gangguan di Selat Hormuz yang berdampak pada pasokan energi dunia.

RRI.CO.ID, Washington — Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan perpanjangan gencatan senjata dengan Iran tanpa batas waktu. Menurutnya, keputusan ini diambil untuk memberi ruang bagi kelanjutan perundingan damai kedua pihak, dilansir dari Reuters, Rabu, 22 April 2026.

Namun, belum jelas apakah Iran dan Israel akan menyetujui keputusan tersebut. Trump menyebut langkah ini sebagai respons atas permintaan mediator dari Pakistan, yang sebelumnya menjadi tuan rumah pembicaraan damai di Islamabad.

Perang tersebut telah menewaskan ribuan orang dan mengguncang ekonomi global. Meski demikian, Amerika Serikat tetap melanjutkan blokade laut terhadap Iran, yang oleh Teheran dianggap sebagai tindakan perang.

Belum ada tanggapan resmi dari pemerintah Iran, namun sejumlah media di negara itu menunjukkan sikap skeptis terhadap pengumuman tersebut. Kantor berita Tasnim menyebut Iran tidak pernah meminta perpanjangan gencatan senjata.

Selama konflik berlangsung, retorika Trump dinilai berubah-ubah. Ia pernah mengancam akan menghancurkan Iran secara besar-besaran, namun di sisi lain juga menyatakan keinginan untuk mengakhiri konflik.

Ancaman terhadap infrastruktur sipil Iran menuai kecaman internasional. Sekretaris Jenderal PBB António Guterres menegaskan bahwa serangan terhadap warga sipil dilarang oleh hukum humaniter internasional.

Ketidakpastian tersebut turut memicu gejolak di pasar global. Selat Hormuz menjadi titik krusial dalam konflik, di mana gangguan di wilayah tersebut berdampak langsung terhadap pasokan minyak global.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....