Iran Tegaskan Selat Hormuz Tidak Bisa Dibuka karena Pelanggaran Gencatan Senjata
- 23 Apr 2026 15:50 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Iran menyatakan Selat Hormuz tidak dapat dibuka karena menilai AS dan Israel melanggar gencatan senjata, termasuk melalui blokade laut terhadap pelabuhannya.
- Meski tetap terbuka untuk negosiasi, Iran menyebut ancaman, pelanggaran komitmen, dan blokade menjadi hambatan utama, sementara rencana pembicaraan damai dengan AS belum terlaksana.
- Ketegangan di Selat Hormuz berdampak pada pasar global dan energi, dengan Iran menegaskan akan bertindak tegas serta menjadikan wilayah tersebut sebagai strategi penting dalam konflik.
RRI.CO.ID, Teheran - Iran menyatakan Selat Hormuz tidak dapat dibuka akibat pelanggaran gencatan senjata oleh Amerika Serikat dan Israel. Pernyataan ini disampaikan pejabat Iran yang menuding Amerika Serikat melakukan blokade laut terhadap pelabuhan negaranya.
Melansir dari BBC News, Kamis, 23 April 2026, Iran juga menyebut tindakan tersebut telah menyandera ekonomi global. Presiden Iran Mashoud Pezeshkian menegaskan, negaranya tetap terbuka untuk negosiasi.
Namun, pelanggaran komitmen, ancaman, dan blokade dinilai menjadi hambatan utama bagi terciptanya dialog yang tulus. Di sisi lain, rencana pembicaraan damai antara Iran dan AS di Pakistan hingga kini belum terlaksana.
Presiden AS Donald Trump sebelumnya mengumumkan perpanjangan gencatan senjata yang bersifat tanpa batas waktu. Amerika Serikat juga tetap melanjutkan blokade terhadap Iran sebagai bagian dari tekanan ekonomi.
Iran juga menyatakan akan mengambil tindakan tegas terhadap setiap pelanggaran di wilayah Selat Hormuz. Sementara itu, Yunani mengonfirmasi salah satu kapal miliknya turut menjadi sasaran serangan.
Di tengah ketegangan tersebut, terjadi pula pergantian pejabat militer di Amerika Serikat. Situasi ini turut berdampak pada pasar global dan harga energi.
Selat Hormuz sendiri merupakan jalur vital yang dilalui sekitar seperempat perdagangan minyak dunia sehingga gangguan di wilayah ini berdampak luas. Iran pun menjadikan penguasaan wilayah tersebut sebagai bagian dari strategi utamanya dalam konflik yang masih berlangsung.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....