Rute Kargo Mesir–Italia Jadi Alternatif di tengah Gangguan Jalur Pelayaran Global

  • 22 Apr 2026 14:31 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Rute kargo Mesir–Italia berbasis Ro-Ro semakin diminati sebagai alternatif perdagangan global di tengah gangguan jalur pelayaran utama.
  • Koridor ini menghubungkan Pelabuhan Damietta–Trieste dan dilanjutkan melalui daratan Mesir ke Laut Merah untuk distribusi ke negara-negara Teluk.
  • Ketidakstabilan di Selat Hormuz mendorong penggunaan rute ini, yang menawarkan efisiensi logistik serta memperkuat peran Mesir sebagai pusat logistik regional.

RRI.CO.ID, Kairo — Rute kargo Mesir–Italia semakin diminati oleh perusahaan global sebagai alternatif perdagangan di tengah gangguan jalur pelayaran utama. Koridor ini menghubungkan Eropa dan kawasan Teluk melalui layanan roll-on/roll-off (Ro-Ro) yang memungkinkan proses pengiriman lebih efisien.

Melansir dari Euro News, Rabu, 22 April 2026, rute tersebut menghubungkan Pelabuhan Damietta di Mesir dengan Pelabuhan Trieste di Italia. Selanjutnya, barang diangkut melintasi daratan Mesir menuju Pelabuhan Safaga di Laut Merah sebelum dikirim ke negara-negara Teluk.

Negara-negara Teluk tersebut seperti Uni Emirat Arab, Kuwait, Oman, dan Qatar. Koridor ini mulai beroperasi sejak akhir 2024 dan kini semakin menarik perhatian.

Ketidakstabilan di jalur maritim utama, termasuk Selat Hormuz, menjadi faktor utama meningkatnya minat terhadap rute ini. Selat tersebut diketahui menangani sekitar seperlima aliran energi global, sehingga gangguan di wilayah itu berdampak besar terhadap perdagangan dunia.

Sebagai alternatif, model Ro-Ro menawarkan efisiensi dengan memungkinkan truk berpindah langsung antara transportasi laut dan darat tanpa perlu membongkar muatan. Hal ini membuat waktu pengiriman lebih singkat dan proses penanganan kargo menjadi lebih sederhana.

Sejumlah pengiriman telah melalui koridor ini, termasuk produk makanan dan barang industri, yang menandakan layanan mulai berkembang. Selain itu, dukungan sistem bea cukai yang lebih efisien serta proses digital membantu mempercepat perizinan dan menekan biaya logistik.

Pemerintah Mesir memposisikan koridor ini sebagai bagian dari strategi untuk memperkuat perannya sebagai pusat logistik regional. Dengan menghubungkan pelabuhan Laut Mediterania dan Laut Merah, rute ini menawarkan jalur alternatif bagi arus perdagangan Eropa dan kawasan Teluk.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....