Putaran Kedua Perundingan Lebanon-Israel Digelar di Washington Pekan Ini

  • 22 Apr 2026 14:07 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Putaran kedua perundingan Lebanon–Israel akan digelar di Washington sebagai lanjutan dari negosiasi sebelumnya yang difasilitasi pemerintahan Donald Trump dan dinilai berjalan produktif.
  • Delegasi kedua negara akan dipimpin oleh duta besar masing-masing, yakni Nada Hamadeh Moawad dari Lebanon dan Yechiel Leiter dari Israel, yang sebelumnya telah melakukan pertemuan langsung pertama dalam beberapa dekade.
  • Presiden Lebanon Joseph Aoun menegaskan pemerintahnya memimpin penuh negosiasi demi menjaga kedaulatan, dengan harapan pembicaraan ini dapat mendorong stabilitas kawasan.

RRI.CO.ID, Washington — Putaran kedua perundingan antara Lebanon dan Israel akan digelar pekan ini di Washington. Putaran kedua ini dilaksanakan sebagai kelanjutan dari negosiasi sebelumnya pekan lalu, dilansir dari Al Arabiya, Rabu, 22 April 2026.

Pertemuan awal tersebut difasilitasi oleh pemerintahan Donald Trump di Departemen Luar Negeri Amerika Serikat. Pertemuan itu disebut berjalan produktif sejak dimulai pada 14 April.

Pemerintah AS menyatakan akan terus memfasilitasi pembicaraan lanjutan guna mendorong dialog langsung dengan itikad baik antara kedua negara. “Kami akan terus memfasilitasi diskusi langsung yang dilakukan dengan itikad baik antara kedua pemerintah,” kata pejabat Departemen Luar Negeri AS.

Dalam pertemuan ini, Lebanon dan Israel akan mengirim delegasi resmi yang masing-masing dipimpin oleh duta besar mereka di Washington. Duta Besar Lebanon untuk AS Nada Hamadeh Moawad akan memimpin delegasi Lebanon, sementara pihak Israel diwakili oleh Yechiel Leiter.

Keduanya sebelumnya telah bertemu pekan lalu. Pertemuan tersebut menjadi kontak langsung pertama antara kedua negara dalam beberapa dekade, di tengah hubungan yang selama ini tegang.

Presiden Lebanon Joseph Aoun menegaskan bahwa pemerintah Lebanon akan memimpin penuh proses negosiasi dengan Israel. Aoun menekankan pentingnya menjaga kedaulatan Lebanon dalam proses diplomasi ini dan memastikan bahwa keputusan akan diambil oleh pemerintah resmi.

Ia juga menunjuk mantan duta besar Lebanon untuk Washington, Simon Karam, sebagai pemimpin delegasi negaranya dalam perundingan tersebut. Pembicaraan ini diharapkan dapat membuka jalan menuju stabilitas kawasan, di tengah dinamika konflik yang masih berlangsung di Timur Tengah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....