Lebanon Sambut Gencatan Senjata 10 Hari dengan Israel

  • 17 Apr 2026 14:56 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Gencatan senjata 10 hari Israel–Lebanon resmi berlaku dan disambut perayaan warga di Beirut, meski situasi belum sepenuhnya aman.
  • Militer Lebanon melaporkan pelanggaran oleh Israel berupa penembakan sporadis di wilayah selatan setelah gencatan dimulai.
  • Kesepakatan mendapat dukungan internasional, termasuk dari Iran dan negara-negara Timur Tengah, serta diharapkan menjadi langkah menuju perdamaian kawasan.

RRI.CO.ID, Beirut - Gencatan senjata selama 10 hari antara Israel dan Lebanon resmi berlaku setelah diumumkan oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Suasana perayaan langsung terasa di Beirut, dilansir dari Al Jazeera, Jumat, 17 April 2026.

Warga menembakkan senjata ke udara tepat setelah tengah malam sebagai tanda dimulainya gencatan senjata. Banyak keluarga yang sebelumnya mengungsi mulai bergerak kembali ke wilayah Lebanon selatan dan pinggiran selatan Beirut.

Meski demikian, pemerintah telah mengingatkan agar warga tidak terburu-buru pulang sebelum situasi benar-benar aman. Namun, situasi di lapangan masih belum sepenuhnya kondusif.

Militer Lebanon melaporkan adanya pelanggaran yang dilakukan oleh pihak Israel setelah gencatan senjata mulai berlaku. Pelanggaran tersebut berupa penembakan sporadis ke sejumlah desa di wilayah selatan Lebanon.

Perdana Menteri Lebanon, Nawaf Salam, menyambut baik kesepakatan tersebut dan menyebutnya sebagai tuntutan utama Lebanon sejak awal konflik. Dukungan juga datang dari sejumlah negara Timur Tengah.

Negara-negara tersebut menyambut penghentian sementara permusuhan ini sebagai langkah penting menuju stabilitas kawasan. Trump juga mengundang para pemimpin Israel dan Lebanon ke Gedung Putih untuk “pembicaraan bermakna pertama” kedua negara sejak 1983.

Kementerian Luar Negeri Iran menyambut baik kabar gencatan senjata tersebut. Qatar, Yordania, dan Bahrain juga mengeluarkan pernyataan yang menyambut penghentian permusuhan antara Israel dan Lebanon.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....