Trump: Israel dan Lebanon Sepakati Gencatan Senjata 10 Hari

  • 17 Apr 2026 12:38 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Israel dan Lebanon menyepakati gencatan senjata 10 hari yang diumumkan oleh Donald Trump setelah enam minggu konflik dengan Hezbollah.
  • Benjamin Netanyahu menegaskan Israel tetap mempertahankan zona keamanan di Lebanon selatan, sementara Hezbollah mensyaratkan penghentian total serangan.
  • Meski gencatan senjata bisa diperpanjang dan perundingan damai terus berjalan, banyak pihak menilai konflik belum sepenuhnya berakhir.

RRI.CO.ID, Washington - Israel dan Lebanon menyepakati gencatan senjata selama 10 hari yang diumumkan oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Gencatan senjata tersebut mulai berlaku pada Kamis, 16 April 2026 malam waktu setempat, dilansir dari BBC News.

Kesepakatan ini muncul setelah konflik antara Israel dan Hezbollah yang telah berlangsung selama enam minggu, terutama di wilayah selatan Lebanon. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengonfirmasi partisipasi negaranya dalam gencatan senjata tersebut.

Namun, ia menegaskan bahwa pasukan Israel akan tetap mempertahankan zona keamanan sedalam 10 kilometer di wilayah selatan. Netanyahu juga mengatakan bahwa Israel tidak akan meninggalkan area itu.

Di sisi lain, Hezbollah menyatakan kesediaannya untuk ikut dalam gencatan senjata dengan sejumlah syarat. Syarat tersebut termasuk penghentian total serangan di seluruh Lebanon serta tidak adanya kebebasan bergerak bagi pasukan Israel.

Iran menyambut baik kesepakatan ini, meskipun sebelumnya menginginkan agar gencatan senjata juga mencakup Lebanon dalam kesepakatan dengan Amerika Serikat. Sementara itu, Amerika Serikat dan Iran masih melanjutkan pembahasan terkait perundingan damai.

Trump menyebut telah ada kemajuan dalam pembicaraan tersebut, termasuk terkait pembatasan program nuklir Iran. Meski demikian, ia memperingatkan bahwa konflik dapat kembali terjadi jika kesepakatan gagal tercapai.

Dalam upaya meredakan konflik, Israel dan Lebanon sempat menggelar pembicaraan langsung di Washington. Pembicaraan tersebut kemudian diikuti rencana Trump untuk mengundang kedua pemimpin negara ke Gedung Putih.

Gencatan senjata ini disebut dapat diperpanjang jika proses negosiasi menunjukkan perkembangan positif. Namun demikian, banyak pihak menilai konflik ini belum benar-benar berakhir.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....