Lebanon Diserang Drone Israel di Hari Pertama Gencatan Senjata
- 18 Apr 2026 15:24 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Serangan drone Israel menewaskan satu orang di Lebanon selatan pada hari pertama gencatan senjata, meski AS telah melarang Israel melanjutkan pemboman.
- Gencatan senjata antara Israel dan Hezbollah masih rapuh, dengan kondisi lapangan yang belum kondusif serta warga belum berani kembali akibat kerusakan parah.
- Konflik sejak 2 Maret telah menewaskan lebih dari 2.000 orang, memicu krisis kemanusiaan besar, sementara upaya diplomasi terus dilakukan untuk mencegah eskalasi lanjutan.
RRI.CO.ID, Beirut - Satu orang dilaporkan meninggal akibat serangan drone Israel di Lebanon selatan pada hari pertama penuh pemberlakuan gencatan senjata. Serangan ini terjadi beberapa menit setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan Israel dilarang melanjutkan pemboman di Lebanon.
Gencatan senjata tersebut bertujuan mengakhiri konflik antara Israel dan kelompok militan Hezbollah yang telah berlangsung sejak awal Maret. Meski gencatan senjata telah diberlakukan, situasi di lapangan masih belum sepenuhnya kondusif, dilansir dari CBC News, Sabtu, 18 April 2026.
Hezbollah dilaporkan telah menghentikan serangan terhadap Israel, namun belum secara resmi menyatakan dukungan terhadap kesepakatan tersebut. Kelompok itu juga menyebut tekanan dari Iran terhadap Washington sebagai faktor utama tercapainya gencatan senjata.
Di wilayah selatan Beirut yang dikuasai Hezbollah, kondisi masih memprihatinkan. Banyak bangunan hancur dan lingkungan dipenuhi puing serta bau menyengat, membuat warga enggan kembali ke rumah mereka.
Sejumlah warga hanya kembali sementara untuk mengambil barang penting, seperti buku sekolah anak-anak. Infrastruktur penting, termasuk jembatan di Sungai Litani, juga mengalami kerusakan parah akibat serangan selama konflik.
Konflik ini bermula pada 2 Maret, menyebabkan lebih dari 2.000 orang meningal dan 7.500 orang terluka. Selain itu, konflik tersebut juga menyebabkan sekitar 1,2 juta warga terpaksa mengungsi.
Sebagian besar korban berasal dari kalangan sipil, termasuk tenaga medis. Di tengah gencatan senjata, Israel menyatakan akan tetap mempertahankan zona keamanan di wilayah Lebanon selatan.
Presiden Lebanon menegaskan bahwa negaranya tidak akan menyerahkan wilayah kedaulatan dalam kesepakatan apa pun di masa depan. Untuk meredakan ketegangan lebih lanjut, Trump berencana mengundang pemimpin Israel dan Lebanon ke Gedung Putih guna menggelar pembicaraan damai.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....