Iran Hentikan Ekspor Petrokimia akibat Serangan Israel

  • 17 Apr 2026 15:21 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Iran menghentikan ekspor petrokimia untuk menjaga pasokan dalam negeri dan menstabilkan pasar setelah serangan Israel mengganggu produksi.
  • Fasilitas utama di Asaluyeh dan Mahshahr terdampak serangan, sementara AS memblokir lalu lintas kapal guna menekan pendapatan ekspor Iran.
  • Kebijakan ini berpotensi berdampak besar pada perdagangan energi global di tengah upaya diplomasi lanjutan Iran dan Amerika Serikat.

RRI.CO.ID, Teheran - Iran menghentikan seluruh ekspor petrokimia hingga waktu yang belum ditentukan. Hal tersebut dilakukan sebagai langkah untuk memprioritaskan kebutuhan dalam negeri dan mencegah kekurangan bahan baku industri.

Melansir dari The Straits Tims dan Reuters, kebijakan ini dilaporkan oleh Donya-e-Eqtesad pada hari Kamis, 16 April 2026. Laporan tersebut menyusul gangguan produksi akibat serangan Israel terhadap sejumlah fasilitas petrokimia.

Instruksi penghentian ekspor tersebut dikeluarkan pada 13 April oleh pejabat senior di National Petrochemical Company yang mengawasi sektor industri hilir. Seluruh perusahaan petrokimia diperintahkan untuk menangguhkan ekspor hingga pemberitahuan lebih lanjut.

Langkah ini bertujuan untuk menstabilkan pasar domestik serta memastikan pasokan bahan baku tetap tersedia bagi industri dalam negeri. Pemerintah Iran juga mempertahankan harga produk petrokimia di tingkat sebelum konflik.

Meski demikian, harga global mengalami kenaikan, guna melindungi konsumen dan mendukung industri lokal. Sejumlah pusat produksi utama, termasuk di Asaluyeh dan Mahshahr, menjadi target serangan Israel dalam beberapa pekan terakhir.

Serangan tersebut turut merusak perusahaan utilitas yang memasok bahan baku bagi pabrik petrokimia, sehingga mengganggu proses produksi secara signifikan. Di sisi lain, militer Amerika Serikat dilaporkan mulai memblokir lalu lintas kapal keluar-masuk pelabuhan Iran pada pekan ini.

Langkah ini bertujuan menekan pendapatan ekspor Iran sekaligus meningkatkan tekanan terhadap Teheran. Hal ini dilakukan di tengah upaya diplomatik antara Iran dan Amerika Serikat untuk melanjutkan putaran kedua pembicaraan damai.

Menurut laporan kantor berita Fars News Agency, Iran selama ini mengekspor sekitar 29 juta ton produk petrokimia per tahun. Kebijakan penghentian ekspor ini diperkirakan akan berdampak signifikan terhadap perdagangan energi dan industri petrokimia global.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....