AS dan Iran Jadwalkan Perundingan Nuklir di Pakistan
- 18 Apr 2026 14:07 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Amerika Serikat dan Iran dijadwalkan kembali menggelar pembicaraan nuklir pada 20 April 2026 di Islamabad sebagai upaya meredakan ketegangan.
- Putaran negosiasi sebelumnya berakhir tanpa kesepakatan, menandakan masih adanya perbedaan signifikan antara kedua pihak yang perlu diselesaikan.
- Pakistan berperan sebagai mediator penting, termasuk dalam memfasilitasi komunikasi dan membantu tercapainya gencatan senjata sementara sebelumnya.
RRI.CO.ID, Islamabad - Amerika Serikat dan Iran dilaporkan akan kembali menggelar pembicaraan nuklir dalam waktu dekat. Pertemuan ini disebut-sebut akan berlangsung di Islamabad, Pakistan, dikutip dari Anadolu dan CNN, Sabtu, 18 April 2026.
Pertemuan tersebut direncanakan sebagai bagian dari upaya lanjutan untuk meredakan ketegangan antara kedua negara. Menurut laporan media, putaran baru negosiasi dijadwalkan berlangsung pada Senin, 20 April 2026.
Sumber dari pihak Iran menyebutkan bahwa para negosiator kedua negara akan mulai tiba di Pakistan pada Minggu, 19 Apri 2026. Kedatangan para delegasi sehari sebelum perundingan dilakukan untuk mempersiapkan agenda pembicaraan.
Dialog ini diharapkan dapat melanjutkan upaya diplomasi yang sebelumnya belum mencapai hasil konkret. Putaran pembicaraan sebelumnya yang digelar pada akhir pekan lalu berakhir tanpa kesepakatan.
Pada pembicaraan sebelumnya tersebut, kedua pihak telah melakukan diskusi selama berjam-jam. Hal ini menunjukkan masih adanya perbedaan signifikan yang harus diselesaikan.
Hingga kini, baik pemerintah Amerika Serikat maupun Iran belum memberikan konfirmasi resmi terkait rencana pertemuan tersebut. Namun, Presiden AS Donald Trump sebelumnya menyatakan bahwa pembicaraan dapat berlangsung pada akhir pekan.
Pakistan berperan penting sebagai mediator dalam proses ini, termasuk dalam memfasilitasi komunikasi antara kedua pihak. Negara tersebut juga sebelumnya berhasil menengahi gencatan senjata sementara yang berlaku selama dua minggu.
Gencatan senjata tersebut dijadwalkan akan berakhir pada awal pekan depan, bertepatan dengan rencana perundingan baru ini. Situasi ini membuat pembicaraan menjadi semakin penting, meskipun hasil akhirnya masih belum dapat dipastikan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....