Pakistan-Iran Bertemu, Dorong Lanjutan Perundingan AS-Iran

  • 16 Apr 2026 14:59 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Pakistan berperan sebagai mediator utama dan mendorong kelanjutan negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran, termasuk kemungkinan pertemuan lanjutan di Islamabad.
  • Di tengah diplomasi, blokade laut AS terhadap Iran masih berlangsung disertai ancaman sanksi ekonomi baru, sementara kedua pihak masih memiliki perbedaan besar meski ada sedikit kemajuan.
  • Perundingan mencakup isu nuklir Iran, Selat Hormuz, dan kompensasi perang, dengan pertukaran proposal yang belum mencapai kesepakatan dan ketegangan global masih meningkat.

RRI.CO.ID, Teheran — Delegasi Pakistan bertemu pejabat Iran di Teheran dalam upaya meredakan ketegangan di Timur Tengah. Pakistan juga mendorong kelanjutan negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran, dilansir dari PBS News, Kamis, 16 April 2026.

Pertemuan ini menjadi bagian dari upaya diplomatik untuk mencapai kesepakatan baru sebelum gencatan senjata yang rapuh berakhir dalam waktu dekat. Pakistan kini berperan sebagai mediator utama setelah sebelumnya menjadi tuan rumah perundingan langsung antara Amerika Serikat dan Iran di Islamabad.

Perundingan tersebut dilaporkan berhasil memperkecil perbedaan di antara kedua pihak dalam proses negosiasi. Gedung Putih menyatakan bahwa pembicaraan lanjutan kemungkinan besar akan kembali digelar di Islamabad, meski belum ada keputusan final.

Di tengah proses diplomasi tersebut, blokade laut Amerika Serikat terhadap Iran masih terus berlangsung. Amerika Serikat juga mengancam akan menjatuhkan sanksi ekonomi baru kepada negara-negara yang berbisnis dengan Teheran.

Langkah tersebut disebut Washington sebagai tekanan tambahan untuk memaksa Iran dalam perundingan. Sejumlah laporan menyebutkan adanya kemajuan prinsip terkait kemungkinan perpanjangan gencatan senjata, meski perbedaan antara kedua pihak masih tetap besar.

Menteri Luar Negeri Iran juga telah bertemu dengan pejabat militer Pakistan, dan pembicaraan dijadwalkan berlanjut. Iran di sisi lain menegaskan bahwa mereka siap menghadapi konflik jangka panjang.

Iran bahkan mengancam akan menghentikan perdagangan di kawasan jika blokade AS terus berlanjut. Sementara itu, sejumlah pejabat Iran juga menolak opsi perpanjangan gencatan senjata.

Isu utama yang dibahas dalam mediasi mencakup program nuklir Iran, status Selat Hormuz, serta kompensasi akibat perang. Amerika Serikat dilaporkan mengusulkan moratorium pengayaan uranium selama 20 tahun.

Sementara itu, Iran menawarkan penghentian sementara selama lima tahun, yang ditolak oleh Washington. Konflik menimbulkan korban jiwa besar, mengganggu stabilitas ekonomi global, berdampak pada perdagangan energi serta memicu fluktuasi harga minyak dunia.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....